
Karyawan berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG dibuka menguat 24,43 poin atau 0,32 persen ke posisi 7.645,81. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,16 poin atau 0,15 persen ke posisi 758,48.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.500- 7.850. Potensi menguat ada namun terbatas,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat .
Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika telah mencapai kesepakatan dengan Iran, dan pembicaraan akan berlanjut pada akhir pekan.
Namun, Trump mengklaim tanpa bukti, bahwa Iran telah setuju untuk menyetujui persyaratan nuklir dan menyerahkan material nuklir, termasuk untuk tidak memiliki senjata nuklir, serta akan melakukan pembukaan Selat Hormuz.
Selain itu, Trump menyetujui Israel dan Lebanon untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari untuk meredakan ketegangan yang lebih luas di kawasan. Trump akan mengundang Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berdiskusi dalam kurun waktu sepekan mendatang.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut S&P Global mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (investment grade) dengan outlook stabil, mencerminkan risiko gagal bayar yang relatif rendah.
Secara makro, Nico menilai keputusan S&P menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia karena menjaga kepercayaan investor global, khususnya investor institusi yang mensyaratkan rating investment grade.
“Stabilnya rating juga berpotensi menahan kenaikan yield obligasi pemerintah (SBN), sehingga biaya pendanaan negara tetap terjaga di tengah tekanan global,” ujar Nico.
Dari sisi pasar modal, Nico menyebut hal itu akan mendukung capital inflow ke saham dan obligasi, terutama apabila dikombinasikan dengan tren fiskal yang disiplin dan pertumbuhan ekonomi yang membaik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022