
ILUSTRASI. Pompa angguk menjadi alat utama dalam produksi minyak mentah dari sumur minyak di PT PHR WK Rokan. (ILHAM SAFUTRA/ JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Daerah-daerah penghasil sumber energi minyak dan gas (migas) yang menjadi industri hulu migas selain berkontribusi besar kebutuhan energi dalam negeri juga mendapat manfaat untuk ekonomi lokal. Setidaknya dari aliran Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor migas. Dua jenis dana itu menjadi sumber penting pendapatan daerah.
Pakar Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina (Uper) Rinto Pudyantoro menuturkan, keberadaan industri hulu migas memiliki dampak ekonomi yang luas dan berlapis, khususnya melalui mekanisme penerimaan negara dan daerah.
"Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari APBD,” ujar Rinto Pudyantoro di Jakarta, Kamis (16/4).
Menurut dia, DBH migas merupakan bagian dari penerimaan negara yang dibagikan kembali kepada daerah penghasil. PBB migas menjadi salah satu komponen pajak terbesar yang juga memberikan kontribusi signifikan bagi daerah. Bahkan secara nasional, kontribusi PBB sektor migas mencapai porsi yang sangat besar dalam struktur penerimaan PBB.
Dalam konteks nasional, sektor migas menyumbang sekitar setengah dari total penerimaan PBB. Sebagian besar dari penerimaan itu, sekitar 98 persen, didistribusikan kembali ke daerah. "Artinya, manfaat ekonomi sektor migas sangat besar bagi daerah penghasil,” tambahnya.
Di tingkat daerah, kontribusi itu terlihat nyata. Contohnya di Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi, aktivitas operasional PetroChina International Jabung Ltd memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.
Berdasarkan Data Kemenkeu tahun 2025, kontribusi dari sektor ini mencapai sekitar Rp 698 miliar melalui DBH migas dan sekitar Rp 280 miliar dari PBB sektor migas. Kontribusi tersebut menjadi yang terbesar di antara kabupaten dan kota lainya di Provinsi Jambi.
Selain itu, kontribusi ini juga menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk pembiayaan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Maka dari itu, Rinto menekankan dampak industri hulu migas tidak hanya berhenti pada penerimaan langsung, tetapi juga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar terhadap perekonomian.
“Sebetulnya aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi lokal, hingga dukungan terhadap sektor lain seperti listrik dan industri,” ungkapnya.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
