
MADE IN INDIA: Pikap Mahindra dari India terparkir di Gedung Agrinas, Jakarta, Kamis (12/03). (Hanung/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nama Agrinas Pangan Nusantara mendadak naik daun pasca hebohnya kabar importasi ratusan ribu kendaraan pikap India yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih.
Bukan tanpa alasan, ternyata impor itu dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkaitan dengan tugasnya dalam pembangunan Koperasi Merah Putih.
Dalam hal ini, terkait dengan penyediaan sarana prasarana berupa kendaraan operasional guna memastikan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bisa dapat berjalan.
Terkait peran Agrinas Pangan Nusantara lebih lengkap, JawaPos.com berkesempatan untuk mewawancarai langsung Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota di kantornya, pada Senin (16/3).
Di tengah kondisi yang kurang prima, Joao Angelo membeberkan peran Agrinas Pangan terhadap Koperasi Merah Putih yang diberi kewenangan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami bekerja berdasarkan instruksi presiden dan kontrak. Sesuai aturan yang ada, kami fokus pada pembangunan gerai serta penyediaan sarana dan prasarana koperasi,” kata Joao Angelo kepada JawaPos.com, Senin (16/3).
Dia memastikan bahwa keterlibatan Agrinas Pangan untuk membantu pembangunan koperasi di tingkat desa dikontrol langsung oleh Kementerian Koperasi.
“Agrinas Pangan mendapatkan kontrol dari Kementerian Koperasi untuk melaksanakan pembangunan koperasi di seluruh Indonesia. Itu dasarnya perjanjian kerja sama,” imbuhnya.
Adapun sejumlah sarana prasarana yang disiapkan Agrinas Pangan terdiri atas gedung atau gerai di atas lahan seluas 600 meter. Kemudian, menyediakan keperluan kasir, rak-rak display barang, mesin EDC, AC, hingga kendaraan yang meliputi satu unit truk, satu unit pikap dan dua unit motor tiga roda.
Joao memastikan Agrinas Pangan tak sendiri dalam mengemban tugas untuk memastikan 80 ribu Koperasi Merah Putih siap beroperasi. Sejak awal, kata Joao, pihaknya lebih dulu akan bekerja sama dengan Mabes TNI.
Lalu kemudian, Mabes TNI akan meminta kepada setiap Kodim di daerah untuk bisa menggerakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk menggandeng kepala desa mencari aset milik desa untuk pembangunan gerai atau fisik Koperasi Merah Putih.
Selanjutnya, seluruh pembangunan akan dilakukan dengan konsep karya bakti padat karya. Melalui skema ini, para Babinsa bersama kepala desa akan menggerakkan masyarakat untuk ikut membangun koperasi.
Menurut Joao, dengan pendekatan tersebut pihaknya menekankan partisipasi langsung masyarakat desa tanpa melibatkan pihak ketiga atau sistem kontraktor. Bahkan, ia menyebut bahwa Koperasi Merah Putih ini dibangun di luar daripada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sehingga memang komunikasi antara Agrinas Pangan hanya dibangun melalui Babinsa di setiap desa.
