
Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. (Dok. Pertamina)
JawaPos.com - Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Perusahaan menilai bahwa kegiatan bisnis di sektor energi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa perusahaan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan komunitas di sekitarnya. Karena itu, berbagai inisiatif pelestarian lingkungan dijalankan secara berkelanjutan, salah satunya melalui program penanaman pohon di sejumlah daerah tempat kilang beroperasi.
Program penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang secara rutin dilaksanakan di wilayah operasional. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mendukung target Net Zero Emission 2060 atau bahkan lebih cepat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman pohon tidak hanya melibatkan unit utama perusahaan, tetapi juga melibatkan refinery unit, anak perusahaan, serta perusahaan afiliasi agar gerakan pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Menanam pohon merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kelestarian bumi serta lingkungan. Dan PPN adalah bagian tak terpisahkan dengan lingkungan dan masyarakat, karena itulah kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut merawatnya,” ujar Roberth.
Sepanjang tahun 2025, Pertamina Patra Niaga tercatat telah menanam lebih dari 22 ribu pohon di berbagai wilayah sekitar unit operasional perusahaan. Penanaman tersebut dilakukan di sejumlah lokasi kilang, di antaranya Dumai, Sei Pakning, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, hingga Kasim.
Selain itu, kegiatan serupa juga dilakukan oleh unit proyek dan anak perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan. Beberapa di antaranya adalah PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Petro Oxo Nusantara (PON), PT Polytama, PT Kilang Pertamina Balikpapan, serta GRR Tuban.
Jenis pohon yang ditanam pun cukup beragam, mulai dari tanaman buah seperti cempedak, durian, jambu air, jambu kristal, jeruk, kelengkeng, matoa, rambutan, hingga nangka mini. Selain itu, perusahaan juga menanam berbagai jenis pohon keras seperti meranti, trembesi, cendana, dan akasia.
Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan penanaman pohon yang berperan penting dalam menjaga ekosistem pesisir, seperti bakau atau mangrove. Jenis tanaman ini memiliki fungsi penting untuk mencegah abrasi, menyerap karbon, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa.
“Kami senang dan bangga bisa ikut serta dalam aksi penanaman pohon ini. Pohon-pohon tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keseimbangan ekologi, namun juga bermanfaat sebab buahnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkap Roberth.
Selain fokus pada penghijauan, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan lainnya melalui kegiatan TJSL di sekitar wilayah kilang. Salah satu program yang dijalankan adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang kini telah berjalan di 58 lokasi di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini melibatkan hampir 2.500 orang dan mampu mengumpulkan sekitar 4,7 ton sampah setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,3 ton berhasil diolah kembali melalui proses daur ulang maupun pengolahan sampah organik.
Perusahaan juga membina sejumlah bank sampah di berbagai daerah yang mengelola sampah organik secara berkelanjutan. Dari kegiatan tersebut, masyarakat mampu menghasilkan berbagai produk turunan seperti pupuk kompos hingga pakan ternak.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
