
Pelaksanaan ibadah umrah (Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah)
JawaPos.com - Konflik antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran membawa dampak besar bagi sejumlah sektor. Salah satunya mengarah ke aktivitas umrah dan haji yang terancam terganggu.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, mengungkapkan, hal ini berpotensi berdampak pada aktivitas umrah dan haji apabila terdapat ketidakpastian global yang berlangsung lama.
Menurutnya, hal ini juga akan memengaruhi mobilitas internasional. Aktivitas itu sendiri mempunyai keterkaitan ekonomi yang luas di dalam negeri, mulai dari layanan perjalanan, perhotelan, hingga sektor pendukung lainnya.
Seperti diketahui, sejumlah penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, mengalami pembatalan penerbangan akibat eskalasi konflik yang meninggi.
“Apabila terjadi pembatasan atau penurunan aktivitas dalam periode yang berkepanjangan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor perjalanan, tetapi juga dapat menimbulkan efek rambatan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik,” ujar Piter dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/3).
Dalam situasi seperti ini, ia menekankan bahwa amat penting pemerintah menyiapkan sejumlah skenario kebijakan. Tujuannya, agar dampak negatif ini bisa diminimalisir.
“Sulit untuk memprediksi ketidakpastian global. Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga, fiskal, dan kepercayaan pasar,” ujarnya.
Dia menekankan, secara keseluruhan Prasasti menilai bahwa periode yang memasuki ketidakpastian global ini sangat menuntut kebijakan yang adaptif, terukur, dan berbasis perhitungan fiskal yang cermat.
“Keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan kesehatan fiskal menjadi kunci dalam memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” tukas Piter.
