Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri (YouTube Setpres)
JawaPos.com – PT Pertamina berencana meningkatkan porsi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat hingga mencapai 70 persen.
Langkah ini sejalan dengan kesepakatan dagang terbaru antara pemerintah Indonesia dan AS yang belum lama ini diteken oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan bahwa selama ini porsi impor LPG dari AS sudah tergolong besar, yakni sekitar 57 persen dari total impor LPG perseroan.
“Dengan adanya kesepakatan dagang ini tentunya kita akan bisa meningkatkan, bisa sampai ke 70 persen,” kata Simon dalam konferensi pers secara daring, dikutip Minggu (22/2).
Menurut dia, peningkatan impor tersebut merupakan bagian dari optimalisasi sumber pasokan yang kompetitif sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua negara.
Selain LPG, Pertamina juga akan mendorong peningkatan impor minyak mentah (crude oil) dari AS.
“Begitu juga untuk crude yang berasal dari Amerika Serikat, kita juga akan dorong untuk peningkatan. Sementara untuk produk, kita akan terus melakukan penjajakan dengan mitra-mitra yang ada di Amerika Serikat," ujar Simon.
"Dan sekali lagi semua proses kita lakukan secara terbuka untuk menjamin semua aturan dengan baik,” tambahnya.
Simon memastikan, setiap langkah yang ditempuh tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance dan mematuhi regulasi yang berlaku, baik di Indonesia maupun di AS.
Ia menambahkan, kerja sama energi ini merupakan bagian dari semangat kemitraan strategis yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Bahkan, diharapkan kedua negara masih tetap saling menghormati regulasi dan aturan yang berlaku di masing-masing negaranya.
“Kami juga tentunya kemarin kedua pimpinan menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama ini adalah untuk win-win. Jadi untuk kebaikan dan kemajuan kedua negara. Dengan demikian kedua negara sangat menghormati regulasi dan aturan yang berlaku di masing-masing negara,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan akan mengimpor minyak mentah atau Crude Oil dan gas alias Migas dari Amerika Serikat senilai USD 15 miliar per tahun.
Jumlah impor migas itu terdiri dari pembelian gas senilai USD 3,5 miliar, minyak mentah USD 4,5 miliar, dan fasilitas pembelian bensin olahan senilai USD 7 miliar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022