
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi meneken kesepakatan dagang tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam perjanjian tersebut, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas tarif 0 persen untuk masuk ke pasar Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembebasan tarif mencakup berbagai komoditas unggulan Indonesia, baik dari sektor pertanian maupun industri. Diantaranya, meliputi minyak sawit, kakao, karet hingga komponen pesawat terbang.
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah 0 persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2).
Tak hanya itu, produk tekstil dan apparel Indonesia juga mendapatkan fasilitas tarif 0 persen melalui mekanisme Tarif Rate Quota (TRQ). Skema ini dinilai strategis untuk memperkuat daya saing produk tekstil nasional di pasar Amerika.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut akan memberikan dampak besar bagi industri padat karya di dalam negeri. Sektor tekstil dan apparel sendiri menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja.
“Dan tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Di sisi lain, Indonesia juga memberikan komitmen timbal balik dengan membuka akses tarif 0 persen untuk sejumlah produk asal Amerika Serikat, terutama produk pertanian yang selama ini menjadi bahan baku penting di dalam negeri.
Airlangga mengungkapkan bahwa produk seperti gandum (wheat) dan kedelai (soybean) akan masuk dengan tarif 0 persen. Menurutnya, kebijakan ini justru melindungi daya beli masyarakat karena bahan baku tersebut banyak digunakan untuk kebutuhan pangan sehari-hari.
“Utamanya Indonesia mengimpor produk pertanian, wheat kemudian juga soybean, sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe,” ungkap Airlangga.
Dengan demikian, masyarakat tidak akan menanggung beban tambahan biaya atas bahan baku impor dari Amerika Serikat. "Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," tandasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
