
ILUSTRASI TikTok.
JawaPos.com - Isu penutupan aplikasi Tokopedia yang belakangan ramai diperbincangkan akhirnya mendapat tanggapan resmi. TikTok secara tegas membantah rumor tersebut dan memastikan Tokopedia tetap beroperasi penuh di Indonesia, di tengah spekulasi publik terkait integrasi TikTok Shop dan perubahan struktur manajemen perusahaan.
Kabar Tokopedia akan ditutup sebelumnya mencuat setelah akun Instagram pengamat industri e-commerce, @ecommurz, mengklaim memperoleh informasi dari sejumlah sumber internal mengenai rencana penghentian aplikasi Tokopedia.
Isu tersebut semakin menguat seiring keluarnya sejumlah jajaran Board of Directors (BOD) Tokopedia serta pergeseran posisi CEO Tokopedia, Melissa Siska Juminto, menjadi komisaris.
Namun, TikTok menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia. Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia. Tokopedia akan terus beroperasi penuh, dan fokus pada pengalaman pengguna dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang," ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataannya.
Rumor, Restrukturisasi, dan Persepsi Publik
Meski telah dibantah, kemunculan rumor tersebut tidak lepas dari sejumlah dinamika besar yang terjadi pasca-akuisisi. Pada Januari 2024, GoTo secara resmi menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance, induk usaha TikTok.
Langkah ini menjadi tonggak penting integrasi antara platform e-commerce konvensional dan model social commerce yang diusung TikTok Shop.
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui kondisi internal perusahaan, sekitar 420 karyawan Tokopedia terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Agustus 2025. Kebijakan efisiensi ini memicu spekulasi bahwa Tokopedia tengah diarahkan ke peran yang lebih terbatas dalam ekosistem bisnis ByteDance di Indonesia.
Perubahan kepemimpinan juga memperkuat persepsi publik bahwa Tokopedia sedang memasuki fase transisi strategis. Melissa Siska Juminto, yang memimpin Tokopedia sejak era GoTo, kini tidak lagi berada di posisi eksekutif tertinggi.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang menyebut perubahan tersebut berkaitan dengan penutupan layanan.
TikTok juga menegaskan Indonesia tetap menjadi pasar strategis, tidak hanya bagi TikTok Shop, tetapi juga Tokopedia sebagai platform e-commerce yang telah memiliki basis penjual dan pembeli besar, khususnya dari segmen UMKM.
"Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan," kata Juru Bicara TikTok dalam keterangan terpisah.
Pernyataan ini menandai upaya TikTok untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus menjaga kepercayaan mitra penjual, konsumen, dan pelaku UMKM yang selama ini bergantung pada ekosistem Tokopedia.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
