Purbaya memprediksi suatu saat nanti Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tugas itu kepada dirinya.
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai langkah positif dan bentuk tanggung jawab atas persoalan yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut, kesalahan yang dilakukan pimpinan BEI berdampak fatal terhadap kepercayaan pasar.
"Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang di bursa kemarin. Karena dia kan tidak nge-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI," kata Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).
Menurut dia, kelalaian tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ketidakseriusan menindaklanjuti masukan dari lembaga indeks global itu dinilai menjadi salah satu pemicu koreksi tajam di pasar saham.
“Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin. Kalau enggak cepat dibetulin, bisa mengganggu yang lain-lain,” lanjutnya.
Purbaya juga menegaskan, pasar saham yang terpuruk beberapa hari ke belakang berpotensi dinilai investor sama dengan ketidakstabilan ekonomi Indonesia.
Padahal, kata dia, Pemerintah justru tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap fondasi perekonomian nasional. Salah satunya dengan merombak abis-abisan pejabat Bea Cukai yang pada pekan depan gantian di Ditjen Pajak.
"Dia anggapnya ekonominya enggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh. Kemarin orang Bea Cukai saya ganti 34–35 orang," tegas Purbaya.
"Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pajak akan saya putar. Yang ketahuan bertahun-tahun main-main akan saya pindahkan ke tempat yang lebih sepi," lanjutnya.
Selain itu, pemerintah terus melakukan debottlenecking secara rutin setiap pekan, memperkuat sistem OSS, serta meningkatkan koordinasi dengan bank sentral. Langkah tersebut diyakini akan menjaga stabilitas dan likuiditas pasar.
"Perbaikan fondasi ekonomi betul-betul sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral, sehingga likuiditas pasar cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini," pungkas Purbaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022