
Purbaya memprediksi suatu saat nanti Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tugas itu kepada dirinya.
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sebagian iuran Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 16,8 triliun berpotensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, Purbaya mengaku pihaknya belum mendiskusikan lebih rinci terkait asal usul dana iuran yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tersebut. Tapi ia memprediksi suatu saat nanti Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tugas itu kepada dirinya.
Kita belum diskusikan tapi pada suatu saat nanti presiden akan memberi tugas ke saya. Saya pikir, sebagian besar akan dari anggaran juga kan, dari APBN juga," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (29/1).
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan keikutsertaannya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan, keputusan tersebut telah diambil langsung oleh Presiden sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia.
Sugiono menjelaskan, dana USD 1 miliar tersebut bukan biaya keanggotaan Dewan Perdamaian. Menurutnya, dana tersebut merupakan bagian dari skema pendanaan yang dirancang untuk mendukung penyelesaian konflik serta rekonstruksi pascaperang di Gaza, Palestina.
"Ini bukan membership fee. Kalau kita lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini merupakan upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza, khususnya Palestina, termasuk rekonstruksi. Rekonstruksi ini kan perlu biaya. Dananya dari mana? Karena itu, negara-negara yang diundang diajak berpartisipasi," jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).
Sugiono menegaskan, negara-negara yang diundang bergabung dalam Dewan Perdamaian tetap memperoleh status keanggotaan selama tiga tahun, meskipun tidak menyetor dana kontribusi. Sementara, negara yang menyertakan dana sebesar USD 1 miliar akan memperoleh status keanggotaan permanen.
"Semua negara yang diundang itu entitled menjadi anggota selama tiga tahun. Kalau ikut partisipasi satu miliar dolar AS, artinya keanggotaannya permanen," ujarnya.
Menurut Sugiono, fokus utama pembentukan Dewan Perdamaian adalah penyelesaian konflik di Gaza, termasuk pembiayaan rekonstruksi pascaperang yang membutuhkan dana besar. "Rekonstruksinya siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Karena itu, anggota-anggota yang diundang diajak berpartisipasi, yang tentu saja ada keuntungan lain, yaitu menjadi anggota tetap dewan," tegasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
