
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia berada zona hijau hampir menyentuh 9.000, tepatnya sebesar 8.964 pada pembukaan perdagangan kedua saham jelang penutupan, pada Kamis (8/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut tercatat pecah rekor pada pukul 13.45 WIB usai menguat 0,22 persen atau 19,24 basis points.
Mengutip data RTI Bussines, volume transaksi di perdagangan tercatat 36.322 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 17.762 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 2.634.412 kali.
Sebelumnya, pasar saham dibuka pada level 8.946, kemudian sempat mencapai ke level sebesar 9.002 dan kini pada pukul 13.57 WIB jelang penutupan pasar berada di level 8.955, naik 10,762 basis poin atau sekitar 0,12 persen.
Di sisi lain, pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 8.678 pada pembukaan perdagangan saham tahun 2026, Jumat (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 09.05 WIB tercatat di posisi 8.678 atau menguat 0,36 persen atau 31,12 basis points.
Mengutip data IDX Composite di Bursa Efek Indonesia, volume transaksi di perdagangan tercatat 2.823 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.473 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 213.210 kali.
Sebelumnya, menutup tahun 2025, pasar saham Indonesia ditutup di zona hijau pada level 8.646. Angka tersebut naik 0,03 persen atau 2.68 poin dengan volume transaksi tercatat 38,747 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 20,039 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 2.578.000 kali.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2026 akan menyentuh level 10.000.
Hal itu bisa dicapai salah satunya seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang dipastikan membaik pada tahun kuda api ini.
"Tahun ini Rp10.000 itu bukan angka yang musahil dicapai. Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik daripada tahun lalu," kata Purbaya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).
Optimisme itu disampaikan lantaran sepanjang tahun 2026 ini dia akan turut mengawal pertumbuhan ekonomi selama satu tahun penuh alias empat kuartal.
Sebelumnya, lanjut Purbaya, pada tahun 2025, selama sembilan bulan pertama bukan ia yang memegang kendali. Tetapi, Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati.
Karena itu, ia percaya dengan kebijakan yang sinkron antara pemerintah dan Bank Sentral Indonesia, pertumbuhan ekonomi akan menuju ke arah lebih baik.
"Kan sekarang satu tahun penuh ini saya udah pegang ekonominya lah, sama Gubernur BI dan lain-lain. Kalau kemarin kan kita masih separuh-separuh, cuma seperempat malah," jelas Purbaya.
"Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan Bank Sentral, dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat," tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022