alexametrics
Jokowi Waspadai Inflasi Rendah Imbas PSBB

Kurangi Beban APBN, BI Serap SBN Rp 439 T

Dorong Ekspor dan Perkuat KUR Pertanian
26 Agustus 2021, 11:23:19 WIB

JawaPos.com – Pandemi dengan segala pembatasan mobilitas membuat daya beli masyarakat terpuruk. Meski capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini 7,07 persen, tingkat inflasi terjaga rendah di angka 1,52 persen secara year-on-year (YoY). Padahal, target inflasi tahun ini adalah 3 persen.

Angka yang jauh dari target, kata Presiden Joko Widodo, patut diwaspadai.

”Bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas,” kata Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021 di Istana Negara kemarin (25/8).

Presiden meminta Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga barang. Terutama kebutuhan pokok. ”Dalam kondisi daya beli masyarakat yang menurun, stabilitas harga barang menjadi hal yang penting,” tegasnya.

Selain itu, TPIP dan TPID perlu proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif. Juga membantu meningkatkan produktivitas petani dan nelayan serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan bisa naik kelas.

Jokowi ingin ada upaya untuk meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian yang menjadi sektor unggulan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, sektor itu mampu tumbuh positif 2,95 persen pada kuartal I dan 0,38 persen pada kuartal II 2021.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/han/far/c19/fal

Saksikan video menarik berikut ini: