Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 23.00 WIB

Mantan Menkeu: Dana Rp 30 T ke Bank BUMN Percuma jika Daya Beli Rendah

Komisaris Utama Bank Mandiri M. Chatib Basri. (Raka Denny/Jawa Pos) - Image

Komisaris Utama Bank Mandiri M. Chatib Basri. (Raka Denny/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ekonom Chatib Basri mengkritisi langkah pemerintah yang memindahkan dana di Bank Indonesia (BI) ke perbankan pelat merah sebesar Rp 30 triliun. Tujuan pemerintah yaitu untuk menggerakkan sektor riil termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Chatib, hal itu sia-sia. Sebab, pandemi Covid-19 telah membuat konsumsi atau daya beli turun.

Sehingga, permintaan pun ikut turun. Tentu hal ini akan berdampak terhadap permintaan kredit ke perbankan.

"Perbankan akan meminjamkan atau tidak kan kalau ada permintaan. Sekarang orang tidak akan datang ke bank. Misalnya, saya pengusaha motor, saya ngapain tambah produksi motor kalau tidak ada yang beli motor saya," ujarnya dalam acara diskusi virtual, Kamis (25/6).

Oleh karena itu, menurut Chatib, hal pertama yang mestinya dipikirkan pemerintah adalah mengembalikan daya beli masyarakat. Jika ada permintaan, maka pelaku usaha dapat kembali beroperasi dan memperbaiki kinerja.

Saat ini, kata dia, permintaan kredit cenderung lesu karena tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah. Sehingga, percuma jika UMKM mendapatkan modal kerja dan melakukan produksi tapi tak ada pembeli.

"Yang pertama harus dilakukan pemerintah adalah dorong permintaannya dulu," pungkas mantan Menteri Keuangan tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore