
Salah seorang pengunjung Kiki Surya saat mencari gula pasir yang susah di dapat di salah satu supermarket Surabaya. Rabu (04/02/2020). Foto Puguh Sujiatmiko/jawa Pos
JawaPos.com - Persediaan stok dari sejumlah komoditas pangan dinilai masih dalam kondisi yang aman. sehingga masyarakat juga diharapkan tidak melakukan panic buying atau pembelian berbagai barang kebutuhan dalam jumlah yang berlebihan.
"Berdasarkan informasi dari pihak Bulog, persediaan bahan pangan terutama beras, itu aman. Sehingga masyarakat tidak perlu panic buying dalam menghadapi virus Corona ini," kata Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, dalam rilis, Kamis (26/3) seperti dikutip dari Antara.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga telah melakukan pemantauan seperti ke Kompleks Pergudangan Bulog di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Slamet mengemukakan agar pemerintah Indonesia dapat benar-benar menjaga ketersediaan bahan pangan secara nasional selama pandemi ini masih berlangsung.
Apalagi, lanjutnya, pada saat ini akan dihadapi sejumlah opsi seperti lockdown atau karantina wilayah, yang berpotensi menimbulkan lonjakan harga pangan.
Untuk itu, ujar dia, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan harus sudah melakukan kajian guna mengetahui berapa kebutuhan pangan yang dibutuhkan setiap daerah dadan bagaimana cara terbaik dalam mendistribusikannya bila kondisi lockdown ternyata diberlakukan.
Sebelumnya, konsultan jasa finansial Grant Thornton mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan terkait dengan fenomena korona (Covid-10) karena dapat merugikan beragam aspek perekonomian.
"Fenomena panic buying ini dapat menimbulkan kerugian secara keuangan tidak hanya secara personal namun juga secara luas, kami menyarankan untuk menahan diri dan membeli barang dalam jumlah sewajarnya, kita semua berharap virus korona dapat ditangani dengan baik di Indonesia," kata Audit & Assurance Partner Grant Thornton Indonesia Alexander Adrianto Tjahyadi.
Ia menjabarkan setidaknya ada tiga kerugian dari panic buying, yang pertama adalah meningkatkan inflasi, karena aktivitas pembelian berlebihan akan memicu kelangkaan berbagai produk dan berdampak pada kenaikan harga barang tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa aksi panic buying yang hanya beberapa bulan sebelum Idul Fitri akan menyebabkan kenaikan inflasi yang lebih awal dan lebih lama.
"Saat kita merasa terancam, secara psikologis dapat berakibat pada berkurangnya proses berpikir rasional dan lebih mudah terpengaruh dengan pola pikir kelompok," paparnya.
Kerugian kedua adalah akan berdampak pada keuangan rumah tangga, karena pembelian impulsif bisa saja menyedot dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan reguler penting lainnya seperti uang sekolah anak atau cicilan rumah.
Belum lagi, lanjutnya, jika pembelian dilakukan menggunakan fasilitas kredit seperti misalnya kartu kredit, terjadi beban hutang konsumsi yang terlalu prematur dan tidak pada tempatnya, padahal dalam perencanaan keuangan rumah tangga, beban hutang konsumsi ini perlu dikendalikan.
Sedangkan kerugian ketiga adalah pemborosan karena bisa saja aktivitas pembelian itu untuk barang yang masa kedaluwarsanya ternyata tidak bisa disimpan terlalu lama atau rusak bila kelamaan tersimpan. "Melihat potensi kerugian yang akan diakibatkan tentu akan lebih bijak untuk menahan diri dan bersikap sewajarnya," ucapnya. (*)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
