Pekerja melakukan bongkar muat kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Petani berharap ada stabilitas iklim usaha kelapa sawit nasional. Pasalnya, pemerintah saat ini tengah gencar melakukan penertiban sawit di kawasan hutan.
Ketua Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto mengatakan, Pemerintah perlu memastikan setiap langkah penataan didasarkan pada kejelasan hukum, prosedur yang transparan, serta perlindungan terhadap petani sawit rakyat. Sebab, kepastian hukum merupakan faktor utama dalam menjaga keberlanjutan dan stabilitas iklim usaha kelapa sawit nasional.
Menurut dia, Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 memang memberikan mandat kepada negara untuk menguasai sumber daya alam demi kemakmuran rakyat. Namun, Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah menegaskan bahwa penguasaan oleh negara tidak selalu berarti negara menjadi pelaku usaha langsung.
"Batas konstitusionalnya ada pada fungsi negara sebagai pengatur, pembuat kebijakan, pengawas, dan penjamin keadilan. Bukan mengambil alih usaha produktif, terlebih ketika status hukumnya belum diputus secara final,” kata Darto dalam keterangannya kepada wartawan pada Minggu (28/12).
Baca Juga: Kejagung Serahkan Rp 6,6 Triliun kepada Pemerintah, Sahroni: Sikat Habis Praktik Sawit Ilegal!
Dia menyoroti sejumlah kebun sawit yang ditertibkan saat ini masih berada dalam proses penetapan status hukum. Adanya kebijakan pemutihan menunjukkan bahwa keberadaan sawit di kawasan hutan tidak selalu serta-merta dianggap melanggar hukum. “Kalau statusnya belum final dan masih sengketa, lalu negara langsung mengelola dan menikmati hasilnya, ini bisa menimbulkan persepsi ketidakpastian hukum di lapangan,” ujarnya.
Terkait pengelolaan kebun sawit sitaan oleh BUMN seperti Agrinas Palma, Darto menilai keberlanjutan hak petani tetap harus dijaga, dengan tetap melibatkan mereka sebagai pelaku ekonomi yang sah, disertai kewajiban perizinan dan pemulihan lingkungan.
Data 1 Oktober 2025 menyebut Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menyita sekitar 3,4 juta hektare lahan sawit yang dinilai masuk kawasan hutan. Dari jumlah tersebut, 1,5 juta hektare lahan sawit telah diserahkan pengelolaannya kepada PT Agrinas Palma Nusantara. Adapun saat ini para petani sawit menguasai 6,94 juta hektar dari total 16,38 juta sawit di Indonesia.
Baca Juga: Hashim Sebut Prabowo Tak Punya Satu Hektare Pun Lahan Sawit: Ini Fitnah dari Pengusaha Nakal!
Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 20 Tahun 2025 sebagai instrumen penataan yang memerlukan penguatan pada aspek transparansi dan partisipasi publik. Dia menekankan pentingnya mekanisme keberatan dan banding administratif, agar data milik masyarakat dan pelaku usaha dapat disandingkan secara adil dengan data pemerintah. “Dalam negara hukum, harus ada ruang koreksi dan dialog. Ini penting untuk membangun kepercayaan dan kepastian hukum,” katanya.
Kepastian hukum menjadi prasyarat utama bagi petani dan pelaku usaha untuk berproduksi, mengakses pembiayaan, serta menjaga kepercayaan pasar. Karena itu, ia mendorong pemerintah menyusun peta jalan hukum penataan sawit yang jelas dan berkeadilan.
Untuk itu, penataan sawit dilakukan secara diferensial dengan memberikan perlindungan khusus kepada petani kecil, petani turun-temurun, masyarakat hukum adat, serta penguasaan lahan di bawah lima hektare. Untuk kebun di kawasan hutan disarankan pendekatan perhutanan sosial bagi kebun berusia di bawah 20 tahun, dan reforma agraria bagi yang telah dikelola lebih dari 20 tahun, berbasis pendataan dan verifikasi lapangan yang akurat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022