
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) untuk segera mengidentifikasi dan melakukan percepatan pengajuan asuransi Barang Milik Negara (BMN) yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Hal ini sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sejalan dengan Surat Edaran (SE) dari Menteri Keuangan yang telah disalurkan kepada pemda terkait.
"Menkeu telah mengeluarkan SE kepada Kementerian/Lembaga (K/L) ini untuk segera mengidentifikasi dan melakukan percepatan pengajuan klaim asuransi BMN bagi K/L yang telah mengasuransikan BMN-nya," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (18/12).
Dia juga membeberkan klaim asuransi itu dilakukan agar uang yang diterima nantinya bisa digunakan untuk membangun kembali gedung atau infrastruktur BMN yang rusak.
"Jadi, kalau BMN diasuransikan kepada perusahaan asuransi dan sekarang terkena bencana itu bisa kita klaim asuransinya uang klaimnya bisa digunakan untuk membangun kembali," bebernya.
Tak hanya itu, Suahasil juga mengatakan bahwa Kemenkeu juga akan segera melakukan koordinasi untuk bisa mempercepat klaim BMN. Ke depan ia berharap bahwa seluruh BMN dapat diasuransikan, sehingga bisa menjadi mitigasi jika infrastruktur tersebut rusak akibat bencana.
"Ini adalah pengalaman baik untuk karena ke depan barang BMN sebaiknya kita asuransikan," ujar Suahasil.
"Jangan sampai ada bencana yang tidak kita inginkan maka risiko risiko kita sebagian bisa terkover asuransi. Koordinasi dengan OJK untuk melakukan relaksasi percepatan klaim asuransi BMN," tutupnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara melaporkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi hingga Minggu, 14 Desember 2025 pukul 17.00 WIB ada sebanyak 139.485 rumah yang rusak hingga hanyut di wilayah bencana Sumatera.
"Jadi total, Bapak Presiden, yang ringan, sedang, rusak berat, dan hanyut, total 139.485. Data per hari Minggu, 14 Desember 2005, jam 5.00 sore," kata Maruarar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).
Lebih rinci, Ara menyampaikan bahwa di Aceh rumah yang mengalami rusak ringan tercatat sebanyak 38.553 unit. Lalu, yang rusak sedang 22.204, rusak berat 35.517 dan kemudian yang hanyut terdapat 4.295.
"Total rumah terdampak di Aceh mencapai 100.569 unit. Kemudian, Sumatera Utara rusak ringan 19.936, rusak sedang 4.304, rusak berat 4.351, hanyut 1.135. Total rumah terdampak 29.766 unit," jelasnya.
Sementara itu untuk di Sumatera Barat terdapat 5.634 unit rumah yang rusak ringan, rusak sedang 1.174 unit, rusak berat 1.577 unit, dan hanyut 765. "Sehingga total rumah terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai 9.150 unit," tukasnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
