Kilang Balikpapan. (Dok. Pertamina)
JawaPos.com - Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Salah satunya melalui proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan-Lawe Lawe.
“Pada 10 November lalu, KPI telah memulai proses pengoperasian awal salah satu unit utama yang berperan penting hasil proyek RDMP Balikpapan, yaitu unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Ini akan menjadi satu bukti kemampuan KPI dalam menghasilkan produk BBM tidak hanya secara kuantitas tetapi juga kualitas yang jauh lebih baik,” kata Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani dalam keterangannya.
Milla menambahkan, unit RFCC merupakan representasi dari kemajuan teknologi sebuah kilang. RFCC adalah unit yang berfungsi mengolah kembali residu atau sisa pengolahan minyak mentah dari proses sebelumnya. Melalui teknologi ini, residu dapat dikonversi menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, propylene, serta LPG.
"Artinya proses pengolahan di Kilang Balikpapan nantinya akan semakin maksimal. Semua bagian dari minyak mentah diolah menjadi produk yang bernilai,” ungkap Milla.
Dengan kapasitas mencapai 90 ribu barel per hari, RFCC Balikpapan menjadi yang terbesar di Indonesia. "Dengan beroperasinya unit RFCC Kilang Balikpapan nanti tentunya akan semakin memperkuat ketahanan energi nasional. Hasil produksi RFCC ini akan membantu mengurangi impor BBM terutama jenis gasoline dan LPG,” jelasnya.
Sebelumnya, KPI telah mengoperasikan dua unit serupa di Kilang Balongan dan Kilang Cilacap. Unit RFCC di Cilacap telah beroperasi sejak 30 September 2015 dengan kapasitas 62 ribu barel per hari, setelah pembangunan dimulai pada 2011.
Pengoperasian RFCC Kilang Cilacap sudah mencapai 10 tahun. Hal ini tentunya menjadi modal dan tambahan optimisme bagi pekerja-pekerja KPI untuk juga dapat mengoperasikan RFCC Balikpapan.
Selain itu, KPI juga mengelola unit Residual Catalytic Cracking (RCC) di Kilang Balongan, yang memiliki kapasitas 83 ribu barel per hari dan telah beroperasi sejak Maret 1994.
"Kami menargetkan RFCC Kilang Balikpapan segera beroperasi penuh sesuai dengan rencana. Ini adalah bagian dari komitmen KPI untuk terus memperkuat kemandirian energi. Ini tentunya akan bisa terlaksana dengan adanya dukungan para pemangku kepentingan,” tutup Milla.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022