
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,12 persen secara year-on-year (YoY) pada triwulan II 2025. Bahkan, realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 1.434,3 triliun, tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sejalan dengan ini, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan, bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memperluas peluang pasar dan diversifikasi ekonomi pada pasar global.
Salah satunya yakni dengan mengeluarkan paket stimulus ekonomi 8+4+5, yang mana paket ini termasuk pada 17 program stimulus. Rinciannya 8 akselerasi program 2025, 4 program akan dilanjutkan di program 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.
“Paket ekonomi 8+4+5 yang diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja sebesar kurang lebih 4 juta orang,” kata Haryo pada saat membuka forum diskusi “Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian”, Jakarta, Senin (20/10).
Tak hanya itu, upaya ini juga dilakukan pemerintah melalui partisipasi pada forum pertemuan BRICS+ yang merupakan blok ekonomi yang terdiri dari Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Ditambah, Indonesia turut terlibat pada perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang sedang dalam tahap perundingan sejak 2016, EU-CEPA.
“Jadi upaya-upaya untuk memperluas pasar itu dan memperluas ekspor terus kita lakukan itu,” ungkap dia.
Bahkan, langkah diversifikasi ekonomi ini juga terus dilakukan dengan membuat program magang bagi perguruan tinggi. Program magang ini sementara diikuti oleh 20 ribu peserta dan akan dilanjutkan dengan 100 ribu peserta dengan diberikan upah minimum kabupaten atau kota.
Ditambah, ada pula bantuan langsung tunai sementara (BLTS) atau BLT Kesejahteraan Rakyat telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (17/10) kemarin. BLT ini diberikan kepada 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM) yang rinciannya 17,2 juta KPM regular dan 18,3 juta KPM khusus pada kuartal IV.
“Kita harus selalu menjaga optimisme dan kita juga wajib untuk membuka komunikasi yang jelas dan terbuka dengan publik,” tukas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Bologna vs Lazio di Liga Italia 2026/2027: Misi Sulit Gattuso Bersama Biancocelesti
