
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan penguatan dalam beberapa tahun terakhir. Aset keuangan syariah nasional tercatat melonjak dari Rp 6.193 triliun pada 2021 menjadi Rp 10.257 triliun pada 2025.
Pertumbuhan ini ditopang oleh percepatan Sertifikasi Produk Halal, meningkatnya permintaan sektor fesyen muslim, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata ramah muslim. Tren tersebut menegaskan bahwa ekonomi syariah kini menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional serta membuka peluang usaha lebih luas bagi masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sejak diluncurkan pada 2015 hingga November 2025, total penyaluran KUR Syariah telah mencapai Rp 89,04 triliun dan menyasar 1,47 juta debitur.
Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti efektivitas skema pembiayaan syariah dalam memperluas akses permodalan, memperkuat daya tahan pelaku UMKM, serta meningkatkan inklusi keuangan yang merata dan berkelanjutan. Inovasi pembiayaan syariah terus diperkuat melalui kehadiran Lembaga Jasa Keuangan Bulion sesuai amanat Undang-Undang P2SK.
Per Oktober 2025, dua lembaga bulion yang telah beroperasi tercatat mengelola emas sebesar 148,77 ton. Instrumen ini diyakini mampu memperdalam pasar keuangan syariah sekaligus menciptakan pilihan investasi dan pembiayaan yang aman, transparan, serta sesuai dengan prinsip syariah.
"Indonesia memiliki peluang emas sebagai pusat ekonomi syariah dunia, bukan hanya karena jumlah penduduk muslim terbesar, tetapi karena kebijakan yang tepat, ekosistem yang semakin matang, dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (1/12).
Untuk mempercepat penguatan sektor syariah, pemerintah telah menyiapkan strategi ekonomi syariah 2025-2029. Fokus yang ditempuh meliputi penguatan industri halal, peningkatan ekspor halal dan kerja sama internasional, pemberdayaan UMKM halal melalui percepatan sertifikasi, pendalaman keuangan syariah, hingga penguatan dana sosial syariah (ZISWAF) sebagai instrumen pemerataan dan perlindungan sosial. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi syariah secara menyeluruh.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus mengembangkan empat Kawasan Industri Halal (KIH) sebagai pusat produksi halal kelas dunia, yakni Modern Halal Valley (Banten), Halal Industrial Park Sidoarjo, Bintan Inti Halal Hub, dan Jababeka Halal Cluster. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah turut digenjot melalui perluasan edukasi, layanan digital, serta pemanfaatan uang elektronik, didukung penguatan infrastruktur digital agar akses layanan keuangan syariah semakin merata di seluruh Indonesia.
Upaya memperkuat ekosistem halal juga ditunjukkan melalui percepatan Program Sertifikasi Halal Nasional. Hingga Oktober 2025, BPJPH telah menerbitkan 3 juta sertifikat halal. "Langkah tersebut menjadi landasan penting untuk memastikan kepastian dan keamanan produk halal di seluruh Indonesia," tuturnya.
Adapun prestasi Indonesia di kancah internasional semakin mencorong dengan berhasil menempati peringkat ke-3 dunia dalam Global Islamic Economy Indicator 2024-2025, melesat dari posisi ke-11 sebelumnya. Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara yang selama ini menjadi pemain utama, seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain. Kenaikan peringkat itu mencerminkan penguatan struktur, kualitas regulasi, dan kapasitas industri halal nasional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah terdepan di dunia.
Menurutnya, kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan. Masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan layanan keuangan syariah sehingga ini menjadi fokus ke depan.
"Memang bukan hanya terkait syariah, literasi keuangan kita masih sekitar 66 persen, namun apabila dibandingkan negara OECD lain, kita benchmarknya sudah di atas negara OECD yang 62 persen. Jadi, sebetulnya ini bisa didorong untuk lebih dikuasai oleh masyarakat," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022