Ilustrasi pekerja wanita yang sedang bimbang. (Pexels)
JawaPos.com – Karyawan atau pegawai dengan masa kerja yang cukup lama atau bahkan puluhan tahun memang tidak bisa dianggap biasa. Dalam arti, di usia senjanya, mereka justru menjadi ‘bank skill’ bagi perusahaan karena pengalamannya.
Tak heran jika berbagai perusahaan tidak berkeberatan untuk memperpanjang usia kerja karyawan karena dianggap memiliki skill mumpuni atau bahkan belum bisa digantikan. Dalam Indonesia Health Forum yang diadakan Mercer Marsh Benefits (MMB) Indonesia baru-baru ini diungkapkan, setidaknya ada tiga keuntungan utama perusahaan jika memperpanjang masa kerja karyawannya.
Dalam pemaparan Astrid Suryapranata selaku Country Leader, Mercer Mars Benefits Indonesia, keuntungan pertama yang akan didapatkan perusahaan adalah tetap memiliki karyawan dengan pengetahuan mendalam.
Dikatakan Astrid, dengan pengalaman yang panjang maka karyawan tersebut lebih berpengalaman. Pengalaman ini akan memberikan pengetahuan institusional, kebijaksanaan interpersonal, dan penilaian. Pengalaman yang dimilikinya menjadi keterampilan yang sulit diotomatisasi, yang bukan tidak mungkin bisa memberikan peningkatan juga untuk perusahaan.
Astrid Suryapranata selaku Country Leader, Mercer Marsh Benefits Indonesia. (IST)
Lalu keuntungan yang kedua adalah memberikan bimbingan atau transfer ilmu. Karyawan multigenerasi justru bisa mentransfer ilmunya, atau bahkan bisa menggabungkan pengalaman kerja dengan yang lebih muda. Hal ini menjadi penting karena bisa meningkatkan inovasi dan produtivitas.
“Jadi yang older bisa memberikan pengetahuannya, kalau yang lebih muda bisa sharing tentang digitalnya,” ujar Astrid baru-baru ini.
Keuntungan ketiga yakni perusahaan punya ‘keterampilan tinggi’ yang langka. Hal ini dikarenakan pekerja yang lebih tua atau veteran punya naluri atau teknik untuk memecahkan masalah karena pengalamannya. Tentu ini tidak dimiliki karyawan baru, yang minim pengalaman.
“Jadi problem solve-nya lebih tepat sesuai dan tepat karena adanya pengalaman tersebut. Tentu karyawan yang lebih tua menguntungan perusahaan,” tukasnya.
Menurut Astrid, peluang karyawan yang masa kerjanya diperpanjang perlu jadi pertimbangan terlebih Indonesia sedang mengalami perubahan demografis yang signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan peningkatan populasi lansia di Indonesia akibat meningkatnya harapan hidup dan perbaikan masa hidup sehat (healthspan). Sehingga, perubahan ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan untuk menjaga produktivitas.
Pentingnya Merawat Kesehatan dan Kesejahteraan Karyawan sebagai Aset
Seperti yang sudah dikatakan Astrid, karyawan dengan masa usia yang panjang membawa keuntungan bagig perusahaan. Namun, hal tersebut tentunya perlu didukung dengan jaminan kesehatan dan kesejahteraan.
Sebab, diakui Astrid, berdasarkan data MMB, seseorang dengan umur di atas 55 tahun tentu penyakit yang dihadapinya lebih kompleks. Jumlah orang sakit di atas 55 tahun lumayan banyak. Misalnya, jika karyawan yang di bawah 55 tahun pada umumnya menghabiskan dana sekitar Rp 1,1 juta untuk berobat, sedangkan mereka yang di atas 55 tahun mengeluarkan Rp 1,7 juta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022