Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penggunaan atau pengalihan anggaran dari kementerian lain yang lambat menyerap dana tidak selalu memerlukan izin khusus dari DPR RI. Menurutnya, mekanisme pengelolaan anggaran sudah diatur agar efisien dan tidak membebani keuangan negara.
“Nggak (perlu izin DPR untuk alihkan anggaran). Itu kan setiap tahun juga ada yang lebih kan anggarannya. Ada yang nggak kepake ya, saya ambil aja. Atau bisa dibelanjain. Kalau belanja ke tempat lain mungkin ya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta Pusat, Rabu (15/10).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, tidak semua jenis belanja negara harus melalui persetujuan parlemen. Beberapa kebijakan bisa langsung dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan dana tanpa menyalahi aturan.
“Tapi kan ada belanja-belanja yang nggak harus persetujuan parlemen. Atau saya pakai untuk ngurangin utang saya. Atau ngurangin issuance,” jelasnya.
Purbaya juga menegaskan, langkah itu dilakukan demi menjaga efisiensi APBN dan menghindari pemborosan anggaran yang tidak terserap.
“Saya mencegah inefficiency budget, dengan tadi menerbitkan satu utang tambahan yang uangnya nggak dipake. Itu aja,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa proses pengelolaan anggaran tidak serta-merta “mengambil” dana dari kementerian lain, melainkan menyesuaikan penerbitan utang atau skema pembiayaan negara.
“Jadi ambil tuh nggak langsung diambil duitnya di sana. Karena sebagian masih di saya. Artinya mungkin nggak diteruskan penerbitan utangnya, atau skema pembiayaannya,” tutup Purbaya.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyoroti soal pernyataan Menkeu Purbaya yang mengomentari terkait pemotongan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak diserap.
Misbakhun menegaskan bahwa alokasi anggaran memiliki dimensi politik sendiri. Sehingga, tidak bisa anggaran MBG yang tidak terserap dapat dialihkan begitu saja tanpa dibahas bersama dengan DPR.
“Sama ketika kami melihat bahwa ketika tiba-tiba Pak Purbaya langsung merespons menaikkan defisit dari 2,48 menjadi 2,68 (persen). Itu kan sebenarnya harus berkonsultasi dan rapatkan dengan DPR," ujar Misbakhun.
"Tapi karena masih dalam proses pembahasan APBN, sehingga ruang itu diberikan keleluasaan. Hal-hal seperti ini perlu disinergikan dengan DPR agar kebijakan ekonomi tidak terkesan sepihak,” jelas politikus Partai Golkar itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022