
Pekerja melakukan proses produksi di pabrik industri manufaktur yang berfokus pada stamping dan assembling di Tangerang, Banten, Sabtu (15/6/2024).
JawaPos.com - Surplus neraca dagang mengindikasikan perekonomian Indonesia kembali menggeliat. Tingkat inflasi juga masih terkendali. Daya beli masyarakat diharapkan dapat pulih bertahap.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede melihat, dari sisi eksternal, ekspor Agustus naik 5,78 persen Yaar-on-Year (YoY) menjadi USD 24,96 miliar. Ditopang nonmigas yang tumbuh 6,68 persen YoY, khususnya dari industri pengolahan.
Sehingga surplus neraca perdagangan Indonesia melebar menjadi USD 5,49 miliar pada Agustus 2025. Naik dari USD 2,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, jauh di atas perkiraan pasar sebesar USD 3,99 miliar.
Di sisi lain, impor justru turun 6,56 persen YoY. Penurunan paling besar ada pada bahan baku sebanyak 9,06 persen dan barang konsumsi terkoreksi 5,24 persen secara tahunan. Sementara barang modal masih naik tipis 2,45 persen YoY.
"Artinya, mesin ekspor berjalan baik, tetapi permintaan dalam negeri, terutama siklus produksi harian, masih menahan diri," kata Josua kepada Jawa Pos, Kamis (2/10).
Inflasi September 2025 juga rendah. Tercatat 0,21 persen secara bulanan dan 2,65 secara tahunan.
Ini membantu daya beli masyarakat, meski komoditas pangan tertentu seperti cabai dan ayam ras masih bergejolak. "Dengan kombinasi ini, sinyalnya positif hati-hati. Ekspor kuat dan harga relatif jinak, tapi recovery permintaan domestik masih bertahap," terang alumnus University of Amsterdam itu.
Kenaikan kinerja ekspor, lanjut dia, ada indikasi kuat karena efek belum berlakunya tarif Amerika Serikat (AS) sehingga masih terjadi front loading. Secara kumulatif, ekspor ke AS Januari-Agustus 2025 naik 20,34 persen YoY. Namun secara bulanan, turun menjadi USD 2,72 miliar dari Juli 2025 sebesar USD 3,10 miliar.
"Menandakan normalisasi setelah pengapalan (proses fisik pengangkutan barang dan kargo) yang ditarik kedepan," ujarnya.
Narasi ini konsisten dengan catatan riset Permata Institute for Economic Research, bahwa surplus melebar karena impor melemah. Sementara ekspor sempat terdorong pembelian front-loaded menjelang ketentuan tarif/resiprokal, lalu melunak di paruh kedua. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor ke AS pada Agustus 2025 turun secara bulanan sebesar 12,39 persen. Meski secara kuartalan tetap kuat, sekaligus ekspor crude palm oil (CPO) tumbuh tinggi.
"Sementara batu bara melemah, pola yang lazim saat eksportir memajukan pengiriman barang manufaktur/olah ketika ada risiko tarif, lalu mereda sesudahnya," jelas Josua.
Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan, realisasi surplus neraca dagang Indonesia tidak jauh dari proyeksi risetnya sebesar USD 5,35 miliar. Meningkat dari USD 4,2 miliar pada Juli 2025. Kenaikan surplus ini didorong oleh percepatan ekspor.
"Ini merupakan surplus perdagangan terbesar sejak Oktober 2022, didukung oleh peningkatan ekspor dan penurunan impor," ucap Asmo.
Impor turun 6,6 persen YoY pada Agustus 2025. Sedikit lebih dalam dari proyeksi kantor ekonom Bank Mandiri yang memperkirakan penurunan 4,2 persen secara tahunan. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya impor nonmigas sebesar 8 persen YoY.
Sementara impor migas naik 3,2 persen YoY. "Didorong oleh peningkatan pembelian minyak oleh Pertamina untuk memenuhi tambahan kuota SPBU swasta," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
