Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 04.06 WIB

Stok BBM di SPBU BP-AKR Bakal Habis Akhir Oktober 2025, 700 Karyawan Terancam Dirumahkan

Ilustrasi SPBU BP-AKR. 700 karyawan terancam diirumahkan seiring menipisnya stok BBM. (Istimewa) - Image

Ilustrasi SPBU BP-AKR. 700 karyawan terancam diirumahkan seiring menipisnya stok BBM. (Istimewa)

JawaPos.com - Stok BBM di SPBU BP-AKR di seluruh Indonesia bakal habis di akhir Oktober 2025. Hingga saat ini, hanya ada 1-2 SPBU saja yang masih menjual BBM.

Imbasnya, sebanyak 700 karyawan akan terancam dirumahkan seiring dengan menipisnya produk BBM yang dijual di SPBU.

Hal ini disampaikan Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Kementerian ESDM dan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).

"Saat ini mungkin tinggal hanya 1-2 SPBU kami saja pak, yang menjual BBM gasoline atau bensin. Mungkin (stok BBM hanya) sampai akhir bulan ini," kata Vanda.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini SPBU BP masih terus berupaya bertahan. Mulai dari menyesuaikan jam operasional hingga menekan biaya-biaya operasional lainnya.

Dengan kondisi stok BBM yang belum normal, Vanda Laura mengatakan bahwa para karyawan di seluruh lokasi SPBU hingga manajemen terancam untuk dirumahkan.

Terlebih jika hingga akhir bulan belum ada solusi terbaik dari proses pengadaan BBM di SPBU swasta.

"Kami sudah menyesuaikan operasional. Bukan hanya jam operasional, namun juga biaya-biaya lainnya yang coba kami tekan, sebelum kami terpaksa merumahkan karyawan-karyawan kami," tutur Vanda Laura.

"Dan ini memang tidak lama lagi, kalau ini tidak ada solusinya dalam waktu dekat. Tapi kami mohon hari ini kami bisa melihat titik cerah. Saat ini kami belum merumahkan karyawan kami, tapi itu dapat menjadi satu risiko," imbuhnya.

Di sisi lain, Vanda Laura memastikan bahwa perusahaan hingga saat ini sudah melakukan berbagai hal untuk mengurangi dampaknya terhadap konsumen.

"Jadi kami tetap membuka operasional SPBU, melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan termasuk mengikuti arahan menteri ESDM per tanggal 19 September yang lalu untuk berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga," bebernya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore