
Alasan karyawan terbaik justru paling frustrasi di tempat kerja kata psikologi./Magnific/ tirachardz
JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa karyawan terbaik di tempat kerja justru sering menjadi orang yang paling banyak menanggung beban dan frustrasi.
Frustrasi yang mereka rasakan bukan karena kurang kompeten, melainkan karena terlalu banyak dibebankan tanpa mendapat pengakuan yang sepadan.
Gallup mencatat bahwa hanya 20 persen karyawan secara global yang benar-benar terlibat dengan pekerjaannya, sementara sisanya berjuang dalam diam.
Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (30/5), berikut sembilan alasan mengapa karyawan terbaik di tempat kerja justru sering menjadi yang paling frustrasi berdasarkan sudut pandang psikologi.
1. Menanggung tanggung jawab melebihi jabatan mereka
Setidaknya 77 persen karyawan mengambil pekerjaan di luar deskripsi tugas mereka, dan karyawan terbaik adalah yang paling sering dimintai hal tersebut.
Mereka tidak selalu keberatan dengan tambahan tanggung jawab, namun tidak pernah mendapat kompensasi atau pengakuan yang layak atas kerja ekstra tersebut.
Ketika kelebihan beban terus terjadi tanpa manfaat yang sepadan, rasa tidak puas mulai menumpuk dan perlahan-lahan berubah menjadi kekecewaan yang dalam.
2. Menyadari ketidakefisienan yang tidak disadari orang lain
Karyawan berprestasi tinggi sering menjadi yang pertama menyadari sistem kerja yang sudah usang dan kebijakan manajemen yang tidak lagi relevan.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
