
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (18/5). (Estu Suryowati/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Garuda Indonesia Tbk (Kode saham: GIAA) mencatat kerugian sebesar USD 143,7 juta atau setara Rp 2,39 triliun (asumsi kurs Rp 16.693) di sepanjang Semester I-2025. Angka ini tercatat meningkat 41,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 101,65 juta.
Melansir laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kerugian perusahaan penerbangan pelat merah ini disebabkan oleh merosotnya pendapatan. Tercatat, pada Semester I-2025 pendapatan Garuda Indonesia turun menjadi USD 1,54 miliar atau sekitar Rp 25,69 triliun.
Adapun pendapatan perseroan ini disumbang oleh kontribusi bisnis maskapai segmen penumpang yang mencapai USD 1,10 miliar atau sekitar Rp 18,34 triliun. Sedangkan, kontribusi bisnis pengiriman kargo dan dokumen tercatat sebesar USD 80,39 juta atau sekitar Rp 1,43 triliun.
Di sisi lain, pada Semester I-2025, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan dari segmen penerbangan tidak berjadwal termasuk haji dan charter sebesar USD 205,83 juta atau sekitar Rp 3,43 triliun.
Sementara itu, pendapatan lain juga diraup Garuda Indonesia dari bisnis pemeliharaan dan perbaikan pesawat, pelayanan penerbangan, jasa boga, biro perjalanan, fasilitas, hotel dan transportasi mencapai USD 158,20 juta. Dari sisi aset, Garuda Indonesia mencatatkan penurunan sebesar USD 6,51 miliar di sepanjang Semester I-2025.
Adapun jauh sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara secara resmi mengucurkan dana pinjaman ke maskapai pelat merah, Garuda Indonesia senilai Rp 6,6 triliun atau setara USD 405 juta.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan suntikan modal yang diberikan ini menjadi bukti pendekatan baru dalam proses penyehatan atau restrukturisasi dan transformasi BUMN di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Adapun nantinya, dana ini akan digunakan untuk mendanai kebutuhan maintence, repair and overhaul (MRO), yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar USD 1 miliar.
"Danantara Indonesia memberikan dukungan awal berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp6.650.505.000.000 (atau setara dengan USD 405 juta)," kata Dony Oskaria dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (24/6).
Lebih lanjut, Dony menilai bahwa Garuda Indonesia bukan sekadar entitas bisnis, tetapi merupakan simbol kedaulatan udara dan kebanggaan nasional. Dia juga memastikan penyaluran dana ini adalah bentuk nyata dari mandat transformasi yang Danantara emban, dengan pendekatan yang profesional, terukur, dan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.
"Kami bukan sekadar memberikan pendanaan, namun kami hadir sebagai pemegang saham dengan mandat yang jelas dan pendekatan institusional. Melalui Danantara Asset Management, kami akan memastikan proses transformasi berjalan sesuai rencana, dan setiap tahapan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian dan akuntabilitas,” jelasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
