
Gubernur DKI Pramono Anung beberkan kerugian dampak fasilitas publik dirusak. (Masria Pane/Jawapos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung membeberkan kerugian dampak aksi unjuk rasa yang memanas di Jakarta dalam beberapa terakhir. Secara total, dia menyebutkan kerugiannya mencapai Rp 55 miliar.
"Kemarin ada pertanyaan mengenai estimasi kerugian. MRT Jakarta kerusakan infrastruktur sebesar Rp 3,3 miliar. Lalu, Transportasi Jakarta (TJ) kurang lebih Rp 41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya sekitar Rp 5,5 miliar sehingga total kerusakan ada Rp 55 miliar,'' jelas Pramono di Balai Kota usai Rapat Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) DKI, Jakarta, Senin (1/9).
Jumlah kerugian cukup besar karena sangat banyak fasilitas publik yang rusak di Jakarta. Untuk TJ saja, ada sekitar 22 halte yang rusak berat hingga ringan. Halte itu ada yang melayani penumpang BRT dan Non -BRT. Lalu, ada juga beberapa pintu tol yang sistemnya juga tidak murah.
''Dari 22 halte itu, 6 halte TJ terbakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte TJ yang dirusak dan kemudian dilakukan coret-coret vandalisme dan sebagainya,'' imbuhnya. Namun, semua kerusakan itu disebutkan Pram sudah dilakukan pembersihan mulai Sabtu (30/8) lalu. Sehingga, hari ini (1/9) semua transportasi publik di Jakarta sudah melayani penumpang dengan normal.
''Mudah-mudahan, baik yang rusak sedang, rusak berat, akan bisa kami selesaikan tanggal 8 atau 9 September,'' imbuhnya.
Selain kerugian dampak kerusakan fisik, Pram juga menyebutkan, Pemprov DKI juga harus menggelontorkan subsidi transportasi yang cukup besar. Sebab, mulai 31 Agustus hingga 7 September 2025 , tarif TJ dan MRT Jakarta hanya Rp 1.
''Karena gratis tadi, kami harus memberikan subsidi transportasi kurang lebih Rp 18 miliar,'' jelasnya.
Untuk penggunaan anggaran dalam penanganan dampak kejadian itu, Pramono sudah menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. ''Kami sudah meminta izin kepada Kajati agar dilakukan pendampingan dalam penggunaan dana. Tentunya untuk itu yang digunakan adalah dana kontingensi (cadangan darurat, Red),'' ujarnya.
Menanggapi isu yang beredar soal potensi krisis pangan, Pramono juga memastikan bahwa kondisi pangan di Jakarta masih aman. Dia menegaskan, stok pangan dipastikan mencukupi setidaknya hingga akhir Oktober. ''Kalau tidak ada sesuatu, pangan di Jakarta sangat mencukupi,'' katanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
