
Kemendag mendorong penguatan branding dan kemasan bagi UMKM produk pangan. (istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan mendorong penguatan branding dan kemasan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk pangan. Langkah itu memfasilitasi UMKM melalui pelatihan branding dan peningkatan kualitas kemasan produk pangan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, upaya ini akan memperkuat daya saing produk pangan untuk memperbesar peluang memenangkan persaingan pasar domestik dan global. "Pasar dalam negeri kita sangat besar, pasar ekspor juga terbuka luas. Melalui program ini, produk pangan UMKM tidak hanya siap masuk ke ritel modern dalam negeri, tetapi juga lebih berdaya saing di pasar ekspor," ujar Budi, di Jakarta.
Dia menyebut, saat ini lebih dari 80 persen produk yang dipasarkan di ritel modern adalah produk lokal. Dia mengklaim, maraknya produk lokal di rak-rak ritel modern menjadi potret tumbuhnya permintaan konsumen yang semakin memercayai kualitas produk lokal.
Oleh karena itu, Kemendag ingin memastikan lebih banyak UMKM mendapat kesempatan meningkatkan kualitas, salah satunya melalui peningkatan kualitas desain kemasan. "Di banyak negara seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, kemasan menjadi salah satu faktor utama keputusan konsumen. Produk berkualitas harus ditunjang kemasan yang menarik agar dipercaya pasar," tambah Mendag.
Dari keikutsertaan program tersebut tahun lalu, beberapa UMKM telah berhasil masuk ke Hero Supermarket, toko oleh-oleh di Bandara Soekarno Hatta, serta berbagai gerai ritel modern lainnya. Tahun ini, Kemendag juga meluncurkan program UMKM Pangan Binaan Goes to Retail Modern yang berhasil membawa 79 produk dari 22 UMKM pangan masuk ke gerai Hero Supermarket.
"Program ini akan diperluas ke provinsi lain agar semakin banyak UMKM mampu bersaing. Harapannya, branding dan kemasan menjadi pintu UMKM pangan untuk naik kelas," beber Budi.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menegaskan komitmen ritel modern dalam mendukung pemasaran produk UMKM dengan memperkuat rantai pasok melalui kerja sama business to business. Hal ini menjadi peluang besar bagi peritel modern untuk memperoleh penyuplai dari kalangan UMKM.
"Kemasan produk UMKM kini semakin baik dan layak masuk ke ritel modern. Untuk ekspor, peritel modern yang memiliki cabang di luar negeri membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk memasok produk ke pasar internasional, misalnya di Korea Selatan, Vietnam, dan Malaysia. Hippindo mendukung penuh program penguatan UMKM ini agar terus berlanjut, karena melalui kurasi produk, dapat tercipta lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," imbuh Budihardjo.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
