Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 04.07 WIB

Kesenjangan Keterampilan di Indonesia: Tantangan dan Solusi melalui Kolaborasi dengan Australia

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani. (istimewa) - Image

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani. (istimewa)

JawaPos.com - Menandai ulang tahun ke-80 kemerdekaannya, Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan yang terus-menerus dalam hal tenaga kerja. Menurut BPS (2022), lebih dari separuh tenaga kerja Indonesia dipekerjakan dalam posisi yang tidak relevan dengan latar belakang pendidikan atau keahlian mereka.

Ketidaksesuaian ini berkontribusi pada angka pengangguran 7,28 juta, dengan pemuda (usia 15-24) menyumbang 3,55 juta. Khususnya, 871.860 di antaranya memegang gelar sarjana (BPS, Februari 2025), namun berjuang untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Sementara itu, pemberi kerja menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan bakat dengan kemampuan yang tepat.

"Investasi di Indonesia bergeser ke sektor yang lebih padat modal, dan keterampilan yang kita butuhkan berubah sesuai dengan hal tersebut. Kita harus menyesuaikan pelatihan untuk mengimbangi industri dan teknologi," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8).

Kebutuhan tenaga kerja terampil merupakan tantangan nyata yang memengaruhi rencana pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Pemerintah terus mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen, sebagian didorong oleh sektor-sektor strategis seperti pariwisata. 

Menyumbang 4,01 persen terhadap PDB pada kuartal-III 2024, pariwisata telah berkembang di luar Bali dan Jakarta ke kota-kota sekunder dan tujuan berkembang, menciptakan permintaan baru untuk pekerja terampil di bidang perhotelan, transportasi, dan layanan pengunjung. Pada saat yang sama, teknologi membentuk kembali cara destinasi dipromosikan dan bagaimana pengalaman disampaikan.

Kesenjangan ini dirasakan di sektor lain, dimana perusahaan melaporkan kesulitan menemukan pekerja yang menggabungkan keahlian di bidangnya dengan keterampilan eksekusi seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. "Penyedia pendidikan Australia dapat memperkuat sisi teknis juga soft-skill," kata Direktur Katalis Paul Bartlett.

"Di situlah bisnis dapat berkembang, dengan menggabungkan kemampuan di bidangnya dengan kepemimpinan, komunikasi, dan pemikiran kritis," katanya.

Indonesia-Australia Skills Exchange (IASE)

Peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia menjadi agenda penting yang diuraikan dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Kolaborasi ini membuka peluang bagi perusahaan Indonesia di berbagai sektor, termasuk pariwisata, kesehatan, TI, bisnis, pertambangan dan pertanian, untuk mendapatkan pelatihan keterampilan berkualitas dari penyedia pendidikan Australia. 

Indonesia-Australia Skills Exchange (IASE) hadir sebagai solusi praktis yang berorientasi pada kebutuhan pemberi kerja. Melalui IASkills.org, pelaku usaha dan lembaga publik Indonesia dapat terhubung langsung dengan penyedia pelatihan Australia yang terjamin kualitasnya di berbagai sektor.

"Platform IASkills.org saat ini memiliki 50 penyedia dan lebih dari 300 kursus dan terus berkembang," kata Clarice Campbell, Skills Lead Adviser Katalis. 

IASE didukung oleh Katalis, yang menerapkan prinsip-prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GESI) dalam setiap perancangan dan pelaksanaan program. "Kesetaraan gender dan inklusi sosial adalah bagian inti dari pekerjaan kami," tambah Clarice.

"Ketika perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok minoritas mendapatkan akses pelatihan, mereka dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian, dan itu baik untuk bisnis," lanjutnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore