Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 01.08 WIB

Ekonom Sebut Perjanjian Dagang Amerika dan Indonesia Jauhkan Ekonomi Nasional dari Ketidakpastian

ILUSTRASI.  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria). - Image

ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria).

JawaPos.com - Kesepakatan dagang Amerika Serikat dan Indonesia menuai respon positif. Berubahnya tarif impor Amerika hingga beberapa kesepakatan pembelian produk Amerika tetap disambut sentimen baik oleh pasar.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan, pro kontra yang muncul akibat kebijakan ini tidak menyusutkan sentimen positif muncul. Semenjak tercapainya kesepakatan, IHSG telah naik sebesar 3.68 persen, Menjadi kenaikan terbesar di antara bursa saham lain di Asia.

“Hasil kesepakatan Dagang ini sudah membuat kita terhindar dari kemungkinan terburuk dari ketidakpastian berkepanjangan,” ujar Fakhrul, Selasa (29/7).

Walaupun memang ada beberapa pertanyaan yang muncul terkait dengan pembelian barang-barang dari Amerika Serikat, Fakhrul lebih memandang ini secara neraca dagang adalah netral.

"Hal ini karena sebenarnya pembelian pesawat dan produk pertanian dampak utamanya adalah adanya pergeseran vendor dari negara lain ke Amerika Serikat. Kita harus paham, ini kondisinya berat," lanjutnya.

Re-wiring impor kita dari negara lain ke Amerika Serikat harus dilakukan. Terlepas dari hasil perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, Indonesia harus mengoptimalkan prospek dari EU-CEPA sehingga pasar kita ke negara lain terutama Uni Eropa tetap terjaga.

Terkait kontroversi utama yang mengemuka tentang data masyarakat Indonesia, Fakhrul menyatakan bahwa negara tetap harus mengutamakan kepentingan Rakyat Indonesia. Menurutnya, data adalah masa depan perekonomian dunia dan harus tetap mengutamakan ketahanan nasional.

Setelah kesepakatan dagang, Fakhrul memandang, hal yang harus diperhatikan selanjutnya untuk perbaikan ekonomi adalah tiga hal, yakni percepatan belanja pemerintah dan insentif, lalu penerbitan DimSum Bond dan Kangaroo Bond Pemerintah dalam mata uang RMB dan AUD untuk membantu likuiditas nasional dan keberlanjutan dari pemotongan suku bunga Bank Indonesia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore