Menko Bidang perekonomian Airlangga Hartarto. (YouTube Setpres)
JawaPos.com — Dinamika kebijakan dagang di Amerika Serikat (AS) membuat implementasi perjanjian tarif resiprokal antara Indonesia dan Negeri Paman Sam berpotensi berubah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan Indonesia telah meminta AS tetap memberlakukan tarif impor nol persen untuk komoditas unggulan Tanah Air, sebagaimana tercantum dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
Permintaan itu muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif darurat yang sebelumnya diberlakukan pemerintah AS.
Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menggantinya dengan skema tarif global baru sebesar 10 persen yang kemudian naik menjadi 15 persen.
“Dalam dokumen ART, kedua negara punya waktu 60 hari untuk meratifikasi. Jadi tentu kita melihat perkembangan kebijakan di AS,” ujar Airlangga dikutip Minggu (22/2).
Menurut dia, Indonesia membuka opsi mengikuti skema tarif umum 10 persen. Namun, pemerintah secara tegas meminta agar komoditas ekspor yang sebelumnya sudah disepakati bebas tarif tetap dipertahankan di angka nol persen.
Komoditas tersebut antara lain kopi, kakao, serta berbagai produk agrikultur lainnya. Selain itu, sektor industri padat karya seperti tekstil dan pakaian jadi juga diminta tetap menikmati fasilitas bebas tarif sesuai kesepakatan ART.
“Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi (komoditas ekspor) yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” tegasnya.
Secara hukum, lanjut Airlangga, peluang mempertahankan tarif nol persen masih terbuka. Sebab, ketentuan tersebut tertuang dalam executive order yang berbeda dengan kebijakan yang dibatalkan Mahkamah Agung AS.
Meski begitu, pemerintah tetap bersikap hati-hati dan menunggu kepastian dalam 60 hari ke depan sebelum ratifikasi tuntas. “Nah, jadi ini yang kita tunggu sampai dengan 60 hari ke depan,” imbuhnya.
Airlangga memastikan, berbagai skenario sudah dibahas bersama otoritas perdagangan AS sebelum penandatanganan ART dilakukan pekan ini. Dengan begitu, pemerintah mengklaim telah mengantisipasi kemungkinan perubahan kebijakan.
“Indonesia siap dengan berbagai skenario. Karena skenario keputusan MA AS ini sudah dibahas dengan USTR sebelum kita tandatangani,” pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
