
Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins (Bitcoin Magazine)
JawaPos.com - Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins menyatakan komitmennya untuk membantu Kongres Amerika Serikat (AS) memajukan Crypto Clarity Act, sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan menciptakan kerangka regulasi baru bagi pasar aset digital.
Dukungan dari regulator utama Wall Street tersebut menjadi perkembangan penting dalam perdebatan panjang mengenai aturan kripto di AS, setelah selama bertahun-tahun industri ini menghadapi ketidakpastian hukum terkait pengawasan aset digital.
Dilansir dari Bitcoin Magazine, Rabu (29/7/2026), Atkins melalui unggahan di platform X mengatakan dirinya "berkomitmen untuk mendukung Kongres dalam memajukan" rancangan undang-undang tersebut.
Dia menilai AS perlu memiliki aturan yang mampu mengimbangi perkembangan teknologi finansial digital. "Kepemimpinan Amerika dalam revolusi keuangan digital berarti menyelaraskan energi para inovator Amerika dengan kerangka regulasi yang layak bagi mereka," tulis Atkins.
Baca Juga:Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Internasional Rusia atas Tuduhan Terorisme
RUU Clarity Act menjadi salah satu upaya terbesar Washington untuk menentukan batas kewenangan regulator terhadap aset digital. Jika disahkan, aturan ini akan menciptakan kerangka hukum yang lebih jelas mengenai pengawasan pasar kripto, termasuk pembagian peran antara SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Atkins sebelumnya juga menegaskan pentingnya kepastian hukum agar pelaku industri dapat berkembang dengan aturan yang lebih terukur.
Namun, perjalanan RUU tersebut belum sepenuhnya mulus. Meskipun dirancang secara bipartisan dan sebelumnya mendapat dukungan kuat di Dewan Perwakilan Rakyat, pembahasannya mengalami kebuntuan sepanjang 2026. Sejumlah anggota Partai Demokrat menilai versi terbaru regulasi tersebut masih memiliki kelemahan, terutama terkait aturan etika bagi pejabat pemerintah serta perlindungan terhadap kepentingan publik.
Selain persoalan politik, industri keuangan tradisional juga menyampaikan kekhawatiran. Kelompok perbankan memperingatkan bahwa skema imbal hasil (yield) pada stablecoin dapat mendorong nasabah memindahkan simpanan dari bank ke platform kripto. Sebaliknya, perusahaan aset digital menilai pembatasan tersebut dapat menghambat inovasi dan persaingan di sektor keuangan.
Dukungan terhadap Clarity Act datang dari sejumlah institusi keuangan besar, termasuk Fidelity dan Goldman Sachs. Mereka melihat regulasi yang lebih jelas dapat membuka peluang lebih besar bagi keterlibatan lembaga keuangan arus utama dalam ekonomi berbasis blockchain. Namun, sebagian legislator Demokrat menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa versi saat ini masih belum cukup untuk menjawab persoalan tata kelola.
Atkins, yang dipilih Presiden Donald Trump dan resmi menjabat sebagai Ketua SEC ke-34 tahun lalu, dikenal mengambil pendekatan yang lebih ramah terhadap kripto dibanding pendahulunya, Gary Gensler. Di bawah kepemimpinannya, SEC mulai mendorong pendekatan berbasis kejelasan aturan dibandingkan hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
