Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 01.24 WIB

Tak Lagi Sekadar Kirim-kirim Warga, Kementerian Transmigrasi Kini Andalkan Skema Beasiswa Patriot

Kementerian Transmigrasi serahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada transmigran lokal di Cikopeng, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/7)/(Istimewa). - Image

Kementerian Transmigrasi serahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada transmigran lokal di Cikopeng, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/7)/(Istimewa).

JawaPos.com – Kementerian Transmigrasi mengubah pendekatannya dalam membangun kawasan transmigrasi. Alih-alih hanya fokus mengirimkan sejumlah orang ke daerah-daerah transmigrasi, kementerian ini memilih strategi baru dengan melibatkan kampus dan mahasiswa.

Dirjen Pengembangan Ekonomi Dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi, Velix Wanggai mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan, pengiriman penduduk dari wilayah padat ke wilayah transmigrasi tidak lagi jadi fokus pihaknya.

Sesuai arahan presiden, pihaknya akan ganti strategi dengan mengirimkan anak-anak muda yang memiliki rekam jejak pengetahuan yang mumpuni ke berbagai daerah transmigrasi di seluruh Indonesia. 

“Dan Alhamdulillah dengan kerja sama dari 7 kampus di Indonesia, salah satunya Universitas Indonesia, kita akan mengirimkan 2.000 anak-anak ke 154 titik kawasan-kawasan strategi potensial di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua,” paparnya dalam sambutannya di acara “Jalan Sehat Indonesia” di Kampus UI Depok, Minggu (27/7). 

Para mahasiswa dari 7 kampus ini nantinya akan menjalani proses seleksi yang dilakukan oleh masing-masing kampus. Setelah diseleksi, mereka mendapat pembekalan sebelum akhirnya dikirim ke daerah transmigrasi selama 4 bulan.

Di sana, mereka ditugaskan untuk melakukan pemetaan potensi sosial, pemetaan potensi komoditas, dan juga kemudian pengembangan korporasi berbasis kawasan. Selain mahasiswa, tercatat ada 45 profesor juga yang takkan mengambil bagian dalam program ini. 

“Dari UI mengirimkan 285, baik yang mahasiswa S1, S2, S3, dan juga kami mendapat informasi beberapa professor,” sambungnya. Pihaknya juga bekerjasama dengan Kementerian Desa untuk pengembangan 178 desa di 45 titik yang ada. 

Sebagai lanjutan program ini, pemerintah juga merancang skema Beasiswa Patriot yang akan diluncurkan tahun depan. Ada kuota 1000-2000 beasiswa yang menyasar mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai kampus mitra dengan model pembelajaran di kampus dan lapangan.

Untuk S2 misalnya, mahasiswa akan mendapat perkuliahan selama satu tahun di kampus utama dan satu tahun sisanya di kawasan transmigrasi. “Kami menambahkan indikator untuk mendapat beasiswa ini, dengan pengabdian selama 1–2 tahun di berbagai kawasan transmigrasi untuk pengembangan korporasi berbasis komoditas di kawasan tersebut,” paparnya. 

Dengan skema ini, Velix menyebut, jika kampus kini tak hanya melakukan pendekatan di ruang kelas tapi juga di ruang-ruang realitas. Yakni, 154 titik wilayah transmigrasi di Indonesia. 

“Sehingga tadi, izin Bapak Wamen Dikti sampaikan, bahwa kampus tidak hanya narsis, tapi UI dan kampus-kampus lain ini telah membangun langsung pola baru di dalam pendidikan. Jadi, kami berterima kasih kepada pihak yang terlibat,” ungkapnya. 

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sehingga mampu bersanding dengan kawasan-kawasan strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri. 

Rektor UI Heri Hermansyah menyambut baik rencana tersebut. Dia memastikan pihaknya siap berkontribusi dalam program pembangunan dan pengembangan wilayah yang disiapkan oleh pemerintah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore