Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 23.54 WIB

210 Ribu Penduduk Keluar dari Kemiskinan, Kemenko PM Perkuat Pemberdayaan

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. (Istimewa) - Image

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. (Istimewa)

JawaPos.com – Angka kemiskinan di Indonesia alami penurunan. Rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin per Maret 2025 turun sebanyak 210 ribu orang dibandingkan September 2024. 

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan, penurunan merupakan hasil nyata dari strategi orkestrasi pemberdayaan yang dijalankan oleh Kemenko PM. 

Pihaknya, kata Muhaimin, akan terus memperkuat pemberdayaan guna mendorong masyarakat lebih sejahtera dan mandiri.

"210 ribu orang yang telah keluar dari belenggu kemiskinan akan kita fokuskan untuk menjadi berdaya dan sejahtera," ujar Menko Muhaimin dalam keterangannya, Jumat (25/7).

Tak hanya itu, jumlah penduduk yang masuk kategori kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data BPS, kini tersisa sekitar 2,38 juta orang, turun 400 ribu orang dari data sebelumnya.

Menurut Muhaimin, penanganan kemiskinan ekstrem ini dilakukan dengan pendekatan koordinatif lintas kementerian dan lembaga. Hal itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Model-model upaya pengentasan kemiskinan terus kami perkuat dan kembangkan dengan mengorkestrasikan Kementerian/Lembaga terkait agar target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dapat tercapai," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam menentukan arah kebijakan pengentasan kemiskinan. Data terbaru akan dijadikan landasan dalam merancang strategi yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

"Data akan terus kami jadikan acuan dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan agar tepat sasaran dan efektif," ungkapnya.

Sebagai bagian dari strategi pemberdayaan, Kemenko PM juga menggandeng lembaga filantropi seperti Baznas dan Forum Zakat, serta mendorong kontribusi sektor swasta melalui program CSR berdampak langsung ke masyarakat.

"Sebagai tindak lanjut di bawah amanat Inpres 8 Tahun 2025, kami terus memperkuat upaya pemberdayaan di tingkat desa yang kini masih dalam. Juga mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat miskin di perkotaan, untuk terus mencapai masyarakat berdaya," sambung Muhaimin.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore