Presiden Direktur JAVACO Roberto Saputra, menjelaskan tentang produknya. (Istimewa)
JawaPos.com-Potensi pasar komponen bangunan rupanya masih menggiurkan. Kali ini, produsen komponen interior berupaya untuk memasuki kota besar. Salah satu strateginya adalah produk premium yang cocok dengan konsumen di kota tersebut.
Presiden Direktur JAVACO Roberto Saputra, menjelaskan bahwa saat ini produk komponen interiornya dengan bahan PVC justru lebih laku di wilayah tier dua. Hal tersebut diakui menjadi anomali jika dibandingkan dengan produk-produk lain. ’’Biasanya, kota besar akan menyerap 70 persen penjualan. Tapi, kontribusi kota besar untuk penjualan plafon PVC kami hanya 10-20 persen,’’ ujarnya di Surabaya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, disebabkan citra produk yang selalu dikaitkan dengan murah dan norak. Padahal, dia merasa bahwa potensi kota besar cukup besar. Bukan hanya ceruk pasar retail, tetapi juga potensi proyek business to business.
Hal tersebutlah yang diakui ingin dijamah tahun ini. Untuk mengubah citra tersebut, pihaknya menyediakan segmen produk premium yang cocok dengan selera konsumen kota-kota besar. ’’Kalau konsumen di kota tier 2 dan 3 justru senang desain yang glossy dan mencolok. Tapi, konsumen kota besar justru suka yang terkesan alami,’’ ujarnya.
Harapannya, dia bisa melakukan penetrasi ke kota besar dengan adanya produk tersebut. Saat ini, dia mengaku fokus ke Pulau Jawa. Dia mengaku sudah mengunjungi empat kota besar untuk membangun jaringan penjualan, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Jika berhasil, dia memproyeksikan kontribusi pasar kota besar setidaknya bisa mencapai 50 persen. Namun, dia mengaku bahwa tugas terberat memang mengedukasi pasar tentang produk premium mereka. Sebab, di pasar masih beredar berbagai produk bahan PVC yang jauh lebih murah daripada mereka.
’’Masyarakat harus sadar bahwa standar plafon PVC sangat lebar. Ada yang memang murah tapi rapuh. Sedangkan, kami ingin produk yang kami jual bertahan layaknya produk plafon bahan lainnya,’’ ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa produknya benar-benar karya tanah air. TKDN yang berhasil dicapai mencapai 83,95 persen. Hanya komponen film dan beberapa bahan kimia yang masih harus diimpor dari luar negeri. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
