Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 18.47 WIB

Momen Menko Airlangga Joget Pacu Jalur Usai Indonesia Dapat Tarif Ekspor ke AS 19 Persen

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendadak melakukan joget pacu jalur. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendadak melakukan joget pacu jalur. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendadak melakukan joget pacu jalur yang viral di media sosial usai menggelar konferensi pers terkait Joint Statment terkait tarif resiprokal antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia, pada Kamis (24/7).

Sore itu, tampaknya Airlangga tak bisa menutupi kegembiraannya lantara setelah negosiasi panjang terkait tarif resiprokal akhirnya Indonesia ditetapkan memperoleh sebesar 19 persen. Angka ini lebih rendah dari sebelumnya ditetapkan 32 persen.

Bahkan, angka tersebut tercatat juga lebih rendah daripada negara-negara ASEAN lain. Seperti misalnya, Vietnam dan Filipina yang dikenakan sebesar 20 persen. Lalu, ada Malaysia dan Brunei Darussalam yang dikenakan tarif ekspor sebesar 25 persen.

Berdiri di tengah-tengah awak media usai foto bersama, sembari menggerakan kedua tangan menirukan Rayyan Arkan Dikha, Airlangga tampak semringah melakukan joget Pacu Jalur.

Spontan, aksi Airlangga pun disambut gelak tawa oleh seluruh awak media serta para pejabat Kemenko bidang Perekonomian. Kurang dari 1 menit, ia pun mengakhiri jogetan viralnya disertai tepuk tangan semua yang hadir di lantai 3 gedung Kemenko bidang Perekonomian itu.

Apa itu Pacu Jalur?

Untuk diketahui, pacu jalur adalah lomba mendayung tradisional yang dilakukan secara tahunan di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kompetisi pacu jalur menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan atau kayu utuh tanpa sambungan.

Masyarakat Riau menyebut jenis perahu dari kayu utuh seperti ini sebagai 'jalur'. Jadi pacu jalur dari segi bahasa memiliki makna lomba adu cepat antara perahu yang terbuat dari kayu utuh.

Jika dilihat dari sejarahnya, pacu jalur merupakan tradisi turun temurun yang diwariskan oleh leluhur dari masyarakat wilayah Kuansing. Pada zaman dahulu, di abad ke-17 Masehi, perahu jalur hanya dipakai sebagai alat transportasi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kuantan. 
 
Awalnya jalur hanya dibuat sederhana, dengan mementingkan fungsi sebagai alat transportasi air karena alat transportasi darat belum semaju sekarang. Namun seiring waktu berjalan, perahu jalur semakin berkembang, baik dari segi bentuk hingga tampilannya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore