Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 00.50 WIB

Inflasi Pasca Lebaran 2026 Diproyeksi Naik, Menko Airlangga Ungkap Alasannya

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemerintah memprediksi bahwa inflasi berpotensi naik usai momentum Hari Raya Idul Fitri 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut lonjakan ini tidak lepas dari faktor perbandingan atau base effect yang rendah pada tahun sebelumnya.

Airlangga menjelaskan, perhitungan inflasi pada periode Lebaran biasanya berlangsung lebih cepat, sehingga dinamika harga akan terlihat jelas dalam waktu singkat setelah hari raya. Salah satu alasan inflasi yang bakal meroket, karena rendahnya base line tahun lalu.

“Nanti kita lihat, inflasi kan perhitungannya lebih cepat. Jadi kita lihat saja sampai akhir dari Lebaran. Tetapi, base-nya tahun kemarin rendah,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, dikutip Minggu (22/3).

Menurut dia, rendahnya basis inflasi tahun lalu dipengaruhi oleh kebijakan terkait tarif listrik yang sempat menekan angka inflasi, bahkan memicu deflasi pada komponen tersebut. Kondisi itu membuat perbandingan tahunan berpotensi menunjukkan angka inflasi yang lebih tinggi pada 2026.

“Jadi, tahun kemarin sampai Februari itu ada listrik. Itu yang membuat inflasi tahun kemarin dari segi listriknya deflasi. Karena sekarang tidak ada, berarti angkanya akan lebih tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, Airlangga menilai aktivitas ekonomi selama Ramadhan 2026 menunjukkan tren positif. Peningkatan konsumsi masyarakat dinilai menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kelihatannya target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen bisa dicapai. Geliat selama Ramadan kemarin,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan fluktuasi harga pangan selama Ramadhan sampai Idul Fitri terus terjaga.

"Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadhan, harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga," tegas Amran.

Tak hanya itu, pemerintah secara kolaboratif turut mengimplementasikan berbagai program intervensi pangan. Deretan program intervensi pangan yang telah digeber selama Ramadan sampai Idulfitri antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga bantuan pangan beras dan minyak goreng.

Sementara untuk realisasi GPM secara nasional selama Maret ini total telah mencapai 789 kali pada berbagai lokasi di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore