Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 03.03 WIB

Tarif Impor Amerika Jadi 19 Persen, Ekspor Diyakini Bisa Tambah Kencang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)

JawaPos.com - Menurunnya biaya impor Amerika Serikat menjadi 19 persen dinilai mampu membangkitkan sentimen positif bagi perdagangan Indonesia. Keran ekspor diperkirakan bisa semakin lancar bila dimanfaatkan dengan maksimal.

Trimegah Sekuritas mengungkap sejumlah faktor yang menunjukkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini mendukung pemulihan ekonomi nasional. Nilai 19 persen yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Donald Trump terbilang di luar dugaan. 

“AS menetapkan tarif yang lebih rendah dari perkiraan, memberi dorongan pada ekspor dan sentimen pasar. Bank Indonesia juga akhirnya memangkas suku bunga. Ditambah stabilnya rupiah dan tanda-tanda awal belanja pemerintah yang mulai meningkat sejak Juni, semuanya menjadi landasan kuat,” kata Trimegah dalam laporannya, Kamis (17/7).

Trimegah mencatat kesiapan peningkatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah pada Agustus sebagai katalis penting yang bisa memperkuat permintaan domestik. Belanja fiskal mulai menunjukan pergerakan sejak Juni, menjadi sinyal awal dari dukungan riil pemerintah terhadap ekonomi rakyat.

“Jika momentum ini terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan, bisa jadi inilah dorongan lanjutan yang akhirnya menyalakan api di bawah permintaan domestik,” imbuhnya.

Sejauh ini investor asing memang masih menerapkan sikap hati-hati. Meski demikian, arus keluar mendekati Rp 1 triliun. Oleh karena itu, Trimegah menilai bahwa investor domestik, baik ritel maupun institusi, kini menjadi tulang punggung pasar saham Indonesia.

Trimegah juga menyampaikan skenario valuasi dan potensi kenaikan IHSG. Dalam skenario realistis, pertumbuhan laba 0–2% bisa membawa indeks ke level 7.750, dengan potensi upside sekitar 10%. Sementara dalam skenario terburuk sekalipun, risiko penurunan dinilai terbatas.

“Dengan valuasi yang masih di bawah -2 deviasi standar (PE 11x), dan imbal hasil dividen yang menyaingi obligasi pemerintah, pasar saham Indonesia tampak murah. Angin makro sudah berembus. Sekarang tinggal satu pertanyaan: apakah laba, dan keyakinan investor, bisa menyusul?,” tutup laporan Trimegah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore