
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersalaman dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick saat ditemui di Washington, Rabu (9/7). (Kemenko Bidang Perekonomian)
JawaPos.com - Tim negosiasi tarif Amerika yang dimpimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto masih di Amerika. Pihak Istana optimistis mereka akan membawa oleh-oleh yang baik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin (7/11), menyatakan bahwa tim dari Indonesia masih melakukan negosiasi. Indonesia berharap kebijakan pemerintah Amerika yang menetapkan tarif impor sebesar 32 persen itu dapat ditinjau kembali.
"Sehingga memberikan keuntungan bagi perdagangan kita," katanya.
Prasetyo menampik jika penetapan tarif ini terkait dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS. Pada Minggu lalu, Presiden Prabowo Subianto mendatang KTT BRICS di Brasil.
"Kalau menurut pendapat kami sesungguhnya tidak ada (kaitan dengan BRICS). Karena itu kan kalau diperhatikan kan tidak hanya berlaku untuk Indonesia," tuturnya.
Dia juga menyatakan ada kemungkinan Prabowo akan merayu langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, Prasetyo belum berani memastikan apakah Prabowo akan bertemu Trump kapan.
"Belum diatur jadwalnya," ujarnya. Namun, sebagai upaya untuk negosiasi, Istana ingin adanya pertemuan dengan Trump.
Sementara itu, pada Rabu (9/7) waktu setempat tim negosiasi Indonesia bertemu dengan Menteri Perdagangan Amerika Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Washington. Dilansir dari Antara, Jumat (11/7), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tim tengah berupaya untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
"Indonesia dan AS memiliki pandangan yang sama mengenai sifat progresif dari perundingan kami. Pertemuan ini merupakan langkah krusial dalam upaya kami untuk memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat," kata Airlangga.
Airlangga menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang disetujui AS untuk melanjutkan perundingan tariff. Menurutnya, kelanjutan perundingan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk menjaga hubungan perdagangan bilateral yang erat.
Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos akan mengunjungi Amerika Serikat. Dia akan dijadwalkan berkunjung dari 20 hingga 22 Jul. Dilansir dari AFP, Kementerian Luar Negeri Manila menyebut pertemuan ini terkait dengan kebijakan tarif. Filipina dikenakan tariff impor sebesar 20 persen.
Duta Besar Filipina Amerika Serikat José Manuel Romualdez menyebut bahwa Marcos akan bertemu dengan Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Tujuannya untuk membahas hubungan pertahanan dan ekonomi.
Manila dan Washington telah memperdalam kerja sama mereka sejak Marcos menjabat pada tahun 2022. Mereka juga menolak klaim Beijing di Laut China Selatan.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
