Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 02.53 WIB

Istana Harapkan Oleh-Oleh Baik dari Tim Negosiasi Tarif Ada Keinginan Pertemuan dengan Trump

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersalaman dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick saat ditemui di Washington, Rabu (9/7). (Kemenko Bidang Perekonomian) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersalaman dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick saat ditemui di Washington, Rabu (9/7). (Kemenko Bidang Perekonomian)

JawaPos.com - Tim negosiasi tarif Amerika yang dimpimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto masih di Amerika. Pihak Istana optimistis mereka akan membawa oleh-oleh yang baik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin (7/11), menyatakan bahwa tim dari Indonesia masih melakukan negosiasi. Indonesia berharap kebijakan pemerintah Amerika yang menetapkan tarif impor sebesar 32 persen itu dapat ditinjau kembali.

"Sehingga memberikan keuntungan bagi perdagangan kita," katanya.

Prasetyo menampik jika penetapan tarif ini terkait dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS. Pada Minggu lalu, Presiden Prabowo Subianto mendatang KTT BRICS di Brasil.

"Kalau menurut pendapat kami sesungguhnya tidak ada (kaitan dengan BRICS). Karena itu kan kalau diperhatikan kan tidak hanya berlaku untuk Indonesia," tuturnya.

Dia juga menyatakan ada kemungkinan Prabowo akan merayu langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, Prasetyo belum berani memastikan apakah Prabowo akan bertemu Trump kapan.

"Belum diatur jadwalnya," ujarnya. Namun, sebagai upaya untuk negosiasi, Istana ingin adanya pertemuan dengan Trump.

Sementara itu, pada Rabu (9/7) waktu setempat tim negosiasi Indonesia bertemu dengan Menteri Perdagangan Amerika Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Washington. Dilansir dari Antara, Jumat (11/7), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tim tengah berupaya untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. 

"Indonesia dan AS memiliki pandangan yang sama mengenai sifat progresif dari perundingan kami. Pertemuan ini merupakan langkah krusial dalam upaya kami untuk memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat," kata Airlangga.

Airlangga menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang disetujui AS untuk melanjutkan perundingan tariff. Menurutnya, kelanjutan perundingan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk menjaga hubungan perdagangan bilateral yang erat.

Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos akan mengunjungi Amerika Serikat. Dia akan dijadwalkan berkunjung dari 20 hingga 22 Jul. Dilansir dari AFP, Kementerian Luar Negeri Manila menyebut pertemuan ini terkait dengan kebijakan tarif. Filipina dikenakan tariff impor sebesar 20 persen.

Duta Besar Filipina Amerika Serikat José Manuel Romualdez menyebut bahwa Marcos akan bertemu dengan Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Tujuannya untuk membahas hubungan pertahanan dan ekonomi.

Manila dan Washington telah memperdalam kerja sama mereka sejak Marcos menjabat pada tahun 2022. Mereka juga menolak klaim Beijing di Laut China Selatan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore