Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartartio (Tangkapan layar YT Setpres)
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan akan ada pembeda dalam penerapan tarif impor global ke Amerika Serikat (AS) bagi negara yang sudah melakukan penandatanganan kesepakatan tarif resiprokal.
Dengan begitu, kata Airlangga, khusus negara-negara yang telah meneken kesepakatan tarif resiprokal tidak akan disamakan dengan kebijakan tarif impor global
"Akan ada pembedaan, karena beberapa negara yang sudah itu (teken tarif resiprokal) akan diberikan kebijakan yang tidak sama secara global," kata Airlangga dalm keterangan pers di AS, dikutip Minggu (22/2).
Itu sebabnya, ia berharap bahwa AS tetap memberlakukan tarif impor nol persen untuk komoditas unggulan Tanah Air, sebagaimana tercantum dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
Komoditas tersebut antara lain kopi, kakao, serta berbagai produk agrikultur lainnya. Selain itu, sektor industri padat karya seperti tekstil dan pakaian jadi juga diminta tetap menikmati fasilitas bebas tarif sesuai kesepakatan ART.
“Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi (komoditas ekspor) yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” tegasnya.
Terlebih kata dia, melalui ART yang sudah diteken Indonesia bakal memberikan tarif impor 0 persen untuk beberapa produk AS yang masuk tanah air. Seperti gandum hingga kacang kedelai.
Tetapi kata, dia berdasarkan kesepakatan, ART itu baru akan berlaku 90 hari setelah kedua negara memberikan keterangan tertulis yang menyatakan prosedur hukum di masing-masing negara atau konsultasi dengan lembaga terkait dan ratifikasi telah selesai dilakukan.
"Kan kemarin ada yang sudah 0, kayak wheat itu sudah 0, kemudian ada soya bean dan yang lain, ada yang 5%. Kalau itu masih tetap seperti itu, sampai dengan implementasi daripada agreement on reciprocal tarif," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung AS telah membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Pembatalan dilakukan karena tidak sesuai dengan aturan berlaku.
Sebagai gantinya, Trump justru bakal menerapkan tarif impor global sebesar 10 persen yang kemudian mendadak naik menjadi 15 persen, belum lama ini.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
