
Indonesia Digital Economic Forum 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (23/6)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com – CEO dan Founder Triv, Gabriel Rey, menyatakan bahwa konflik antara Iran dan Israel mulai berdampak nyata pada sektor ekonomi global, termasuk pasar kripto. Penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan tersebut dinilai menyebabkan gangguan suplai energi dunia, mendorong kenaikan harga minyak, serta memicu inflasi.
“Selat hormus ditutup itu berarti 20 persen suplai minyak itu hilang atau terganggu lah, disrupsi lah. Nah ketika harga minyak naik, otomatis inflasi naik, kemudian bahan baku juga ikut naik. Karena transportasi bahan baku pabrik-pabrik itu kan menggunakan bahan bakar gitu," kata Rey dalam acara Indonesia Digital Economic Forum 2025 di Jakarta, Senin (23/6).
Rey menambahkan, tekanan inflasi yang meningkat membuat pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga acuan. “Jika The Fed menaikkan suku bunga, dolar AS akan menguat, rupiah melemah. Dalam kondisi seperti ini, pelaku usaha harus mempertimbangkan aset lindung nilai,” ujarnya.
Salah satu aset yang dinilai Rey efektif sebagai instrumen lindung nilai adalah Bitcoin. Ia menyebut bahwa dalam sepekan terakhir sejak pecahnya konflik, sejumlah institusi keuangan besar justru membeli Bitcoin secara agresif.
“Semua institusi smart money seperti Blackrock dan lain sebagainya, satu minggu perang ini mereka gak ada yang jual Bitcoin. Mereka keep buying Bitcoin. Bahkan entry price mereka itu rata-rata $100.000 sampai $101.000," ungkapnya, merujuk pada data dari Bloomberg Terminal.
Menurut Rey, langkah institusi besar tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap peran Bitcoin sebagai “safe haven digital” di tengah ketidakpastian global. Ia juga memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan tetap dijaga di kisaran $100.000 oleh para pelaku institusional.
“Worst case kalau memang perang ini berkelanjutan dan dampaknya parah sekali, 97 ribu is the next support. Tapi saat ini, di bawah $100.000 merupakan peluang beli yang baik,” ujarnya.
Ia pun mengimbau para pelaku usaha dan investor untuk tidak hanya menyimpan kas dalam kondisi pasar seperti sekarang.
"Jadi kalau ditanya apakah ini penting untuk menjaga hedging atau portfolio, sangat penting sekali. Karena kalau enggak, uang teman-teman pengusaha disini bisa tergerus loh. Karena perang ini, karena minyak naik, inflasi naik. Nah kalau kegerus gara-gara perang ini kan sayang sekali gitu loh," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
