
The Fed (Federal Reserve) atau Bank sentral Amerika Serikat.
JawaPos.com–Perkembangan perdagangan global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar keuangan dunia. The Federal Reserve (The Fed) nampaknya bakal mulai memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat. Untuk mendorong ekonomi Amerika Serikat (AS) keluar dari resesi.
"Dampak perang dagang diperkirakan mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, inflasi yang lebih tinggi dan peluang resesi ringan pada ekonomi AS. The Fed kemungkinan akan memotong suku bunga untuk mendorong ekonomi AS keluar dari resesi," ujar analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos, Minggu (11/5).
Aksi para bond vigilantes, yakni pelaku pasar obligasi yang menolak kebijakan moneter maupun fiskal longgar, berpotensi membuat kebijakan tinggi tarif Trump melunak. "Dengan demikian, bank sentral Amerika itu diperkirakan mulai menurunkan Fed funds rate pada Juli 2025. Setelah dampak tarif terhadap data ekonomi mulai terlihat," jelas Hans Kwee.
Katalis positif lainnya datang dari perkembangan kesepakatan dagang antara AS dan Inggris. Ada pula, data ekspor Tiongkok yang mencatat pertumbuhan mengejutkan pada April 2025. Yakni meningkat sebesar 9,3 persen year-on-year (YoY) yang menunjukkan daya tahan ekonomi negeri tirai bambu di tengah tekanan perang dagang.
"Negosiasi dagang Tiongkok-AS adalah yang paling dinantikan pelaku pasar. Terlihat investor global mulai menarik dana dari pasar AS dan memindahkannya ke pasar Asia sebagai respon ketidakpastian kebijakan tarif Trump," ucap dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.
Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian ini, kata Hans, emas merupakan aset yang berpeluang menjadi pemenang. Mengingat sifatnya sebagai instrumen lindung nilai.
Dia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 yang berada di bawah 5 persen. Nampaknya, tren tersebut masih akan berlanjut pada kuartal II 2025.
Sejalan dengan pelemahan daya beli masyarakat serta ketidakpastian dari negosiasi dagang antara Indonesia dan AS yang belum menunjukkan perkembangan signifikan. Di tengah dinamika global dan tantangan domestik, IHSG diperkirakan masih berpeluang mengalami penguatan.
"IHSG berpotensi bergerak naik terbatas dengan level support di kisaran 6.800 hingga 6.725 dan resistance di 6.900 hingga 6.970," terang Hans Kwee.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
