Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 17.39 WIB

Tarif Impor AS Mengancam, KKP Yakin Industri Perikanan Aman Lewat Pasar Dalam Negeri

AS yang menaikkan harga tarif impor lumunium dan baja dari USD 50 miliar menjadi USD 60 miliar untuk Tiongkok - Image

AS yang menaikkan harga tarif impor lumunium dan baja dari USD 50 miliar menjadi USD 60 miliar untuk Tiongkok

JawaPos.com – Di tengah bayang-bayang ancaman tarif impor Amerika Serikat yang bisa menghambat laju ekspor produk perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap optimis industri perikanan nasional akan tetap aman dan tumbuh dengan bertumpu pada pasar domestik. Hal ini ditegaskan langsung oleh Erwin Dwijana, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP.

“Ekspor saat ini mungkin agak terganggu, tetapi kita meyakinkan bahwa di dalam negeri itu ada pasar yang besar potensinya dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa,” ujar Erwin dalam pembukaan pameran industri rantai dingin terintegrasi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/5).

Oleh karena itu, ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendorong agar seafood Indonesia itu tidak hanya yang terbaik diekspor, tetapi juga diperkenalkan kepada masyarakat lokal.

Pernyataan ini sejalan dengan gelaran pameran berskala internasional oleh PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) yang menghadirkan empat pameran dalam satu atap: International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo, Indonesia Cold Chain Expo, Warehousing & Storage Handling Expo, dan Indonesia Smart Logistics & Supply Chain Expo. Ajang ini disebut sebagai yang paling komprehensif di sektor logistik dan rantai dingin di Indonesia.

Direktur WAKENI, Sofianto Widjaja, menyebut pameran ini sebagai langkah strategis dan ajakan kolektif bagi pelaku usaha untuk bertransformasi bersama.

"Terutama dalam proses penyimpanan dan distribusi produk pangan dan barang mudah rusak. Harapannya kolaborasi ini akan memperkuat industri, mendukung ketahanan pangan nasional, serta memperluas akses produk Indonesia ke pasar ekspor,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Cold Chain Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia, Tejo Mulyono, menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan kebijakan publik.

“Pameran seperti IISM dan Indonesia Cold Chain Expo adalah platform strategis untuk pertukaran pengetahuan, kemitraan, dan komitmen terhadap kualitas yang dibutuhkan industri pangan dan logistik nasional,” katanya.

Pameran ini terbuka untuk profesional bisnis dan menghadirkan lebih dari 250 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Lewat platform ini, pemerintah dan pelaku industri berharap bisa memperkuat ekosistem rantai dingin dan menjadikan pasar domestik sebagai penopang utama keberlanjutan industri perikanan Indonesia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore