JawaPos.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan alasan penunjukan Penyanyi Riefian Fajarsyah atau akrab disapa Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Produksi Film Negara (PFN).
Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Violla mengakui bahwa penunjukan itu menimbulkan banyak komentar di masyarakat. Namun, ia menyebut salah satu alasan dari penunjukannya adalah karena telah berpengalaman menjadi produser.
"Pokoknya ini kan memang jabatan baru Ifan Seventeen menjadi Dirut PFN. Yang pasti sekarang kan banyak yang komentar, wah ini basic-nya kan bukan di dunia film, gitu kan yang sekarang jadi komentar masyarakat," kata Putri Violla kepada wartawan, Rabu (12/3).
"Tapi sebenarnya kalau kita lihat kiprahnya dari Ifan itu bukan cuma di dunia musik saja, karena sudah punya pengalaman jadi produser, sehingga kemudian bisa menjadi direksinya," sambung dia.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa penunjukan Ifan diharapkan bisa membawa perkembangan baru utntuk PFN. Apalagi, kata dia, Ifan merupakan sosok pemimpin muda yang diharapkan bisa membawa gebrakan dari kreativitasnya.
Bahkan, pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa memberikan kesempatan kepada Ifan untuk bisa membuktikan kemampuannya terlebih dahulu.
"Jadi nanti minta tolong untuk semua, ya kita lihatlah nanti dengan kreativitasnya, pengalamannya, background-nya, apa gebrakannya yang bisa dibuat untuk PFN," ujar Putri Violla.
"Kita tunggu saja deh pembuktian dari Ifan dan juga jajaran Direksi lainnya," tutupnya.
Sebelumnya, penunjukan penyanyi Riefian Fajarsyah atau akrab disapa Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Produksi Film Negara (PFN) yang merupakan perusahaan di bawah naungan BUMN malah menimbulkan pro dan kontra.
Pasalnya, vokalis grup musik Seventeen itu nyaris tidak pernah berkecimpung di dunia perfilman sama sekali kecuali saat produksi film dokumenter Seventeen berjudul Kemarin. Film ini dibuat untuk mengenang perjalanan Seventeen hingga berujung hampir semua personelnya meninggal dunia dalam tragedi tsunami selat Sunda pada tahun 2018 silam.
Pemilik akun Instagram andi_atthira menilai, sosok Deddy Mizwar atau Eros Djarot jauh lebih pantas untuk menduduki posisi sebagai Dirut PFN karena dipastikan lebih mengerti dan lebih memahami seluk beluk industri perfilman di Indonesia.
"Kenapa bukan Deddy Mizwar, Eros Djarot atau siapa kek tokoh perfilman ? Minimal kayak Mira Lesmana, Garin Nugroho, atau senior senior kita yang lebih tahu harus membawa kemana arah perfilman di negara ini," ungkap penulis naskah skenario Andi Atthira.