Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 04.23 WIB

PPN 12 Persen Berlaku Mulai 1 Januari 2025, Simak Rekomendasi Investasi yang Bisa Dimiliki Tahun Depan

Ilustrasi: Pajak (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah secara resmi akan memberlakukan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen mulai 1 Januari 2025, dari sebelumnya ditetapkan sebesar 11 persen.

Kebijakan itu sebagaimana tertuang dalam UU HPP atau Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang telah disahkan oleh Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 7 Oktober 2021.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kenaikan tarif PPN 12 persen berlaku untuk seluruh barang dan jasa yang selama ini dikenai tarif PPN 11 persen.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti mengatakan kenaikan tarif PPN 12 persen hanya dikecualikan untuk beberapa jenis barang yang dibutuhkan masyarakat banyak. Seperti minyak goreng curah merek MinyaKita, tepung terigu, dan gula industri.

"Untuk ketiga jenis barang tersebut, tambahan PPN sebesar 1 persen akan ditanggung oleh pemerintah (DTP), sehingga penyesuaian tarif PPN ini tidak memengaruhi harga ketiga barang tersebut," kata Dwi dalam keterangan rilis resmi, Minggu (22/12).

Lantas, apa instrumen investasi yang cocok dimiliki di tengah kenaikan PPN 12 persen?

Co-Founder Tumbuh Makna (TMB), Benny Sufami mengatakan bahwa masyarakat perlu menyiapkan diri dalam menghadapi dampak optimalisasi PPN ke depan. Di mana tantangan terbesar ada di tiga bulan pertama sebagai masa transisi, di mana harga-harga barang akan cenderung naik.

Itu sebabnya, masyarakat perlu memperkuat literasi keuangan dengan memprioritaskan pengeluaran penting dan mengurangi biaya non-esensial.

"Masyarakat juga perlu mencari sumber pendapatan tambahan, seperti pelatihan keterampilan yang dapat membantu meningkatkan stabilitas keuangan,” ujar Benny dalam analisisnya, Senin (23/12). 

Lebih lanjut, Benny mengatakan pada situasi tersebut diharapkan bisa menjadi momentum masyarakat khususnya pelaku investasi untuk menyusun strategi yang lebih adaptif.

Pada momen itu, masyarakat dapat memperbaiki pengelolaan anggaran dan mencari peluang untuk diversifikasi pendapatan. Sementara para investor, lanjut Benny, disarankan menyesuaikan strategi sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Menurutnya, bagi investor dengan profil risiko agresif, kondisi pasar saat ini menawarkan peluang menarik, seperti membeli saham dengan valuasi yang relatif murah.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore