
Ilustrasi Pipa. Sistem perpipaan sebagai instrumen penyalur air terus berkembang. (Istimewa)
JawaPos.com - Impor pipa untuk industri memiliki tren meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Padahal di dalam negeri sudah ada industri pipa yang mampu memproduksi dan mengekspor. Dua fakta yang berlawanan ini menjadi pertanyaan besar bagi Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).
Asisten Deputi Bidang Industri Maritim dan Transportasi, Kementerian Kemenko Marves Firdaus Manti membeberkan sejumlah data tentang impor pipa atau komoditas Oil Country Tubular Goods (OCTG). Mulai dari 2018 hingga 2023. Pada 2018 impor pipa mencapai 198.793 ton dan ekspornya 99.054 ton.
Pada 2019 impor pipa mencapai 188.999 ton dan ekspor 109.973 ton. Kemudian 2020, impor OCTG tercatat 133.001 ton dan ekspornya 102.492 ton. Lalu, 2021 impornya sebesar 104.883 dan ekspornya 56.306 ton.
Sedangkan pada 2022 impornya tercatat 102.984 ton dan ekspornya 41.657 ton. Kemudian 2023 impornya 201.731 ton dan ekspornya 70.201 ton. "Kalau dilihat tren ekspor impor komoditas OCTG dari 2018 sampai 2023, drill pipe untuk kode HS sekian dan casing tubing jumlah impor ini masih lebih besar," kata Firdaus.
Data itu diungkap Firdaus dalam diskusi pada acara Supply Chain & National Capacity Summit 2024 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8).
Dinamika ekspor dan impor ini pernah disentil Presiden Jokowi pada lima tahun lalu. Kala itu Presiden Jokowi meminta pengawasan impor pipa diperketat, khususnya dalam afirmasi pembelian produk lokal dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
"5 tahun lalu, saya jengkel betul, sudah perintah kepada BUMN untuk beli pipa. 'Gak ada spek dalam negeri, Pak. Nomornya ini Pak, ukurannya ini terpaksa kita harus impor'," kenang Jokowi tanpa menyebut BUMN yang dimaksudkan.
Terbersit pertanyaan dalam benak Jokowi, apakah memang sesulit itu proses pembuatan pipa. Sehingga, pabrik-pabrik di dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan BUMN.
Faktanya, Jokowi mendapati pabrik pipa di Indonesia sudah mumpuni memenuhi kebutuhan yang dimaksud. Bahkan, pabrik itu mengekspor produk untuk negara-negara lain, seperti AS, Jepang, dan beberapa negara lainnya di Eropa.
"Loh loh loh, yang orang sana beli produk pipa kita, kita malah beli impor. Ini kan sekali lagi kita ini orang-orang pintar, tapi melakukan hal yang sangat bodoh sekali. Maaf," jelasnya.
Jokowi berpesan agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) beserta segenap Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) agar mengawasi afirmasi belanja produk lokal dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
"Saya minta ini betul-betul berhasil. Sehingga, bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi, growth kita menjadi bertambah. Lapangan pekerjaan menjadi semakin banyak karena kita beli produk-produk produksi dalam negeri," tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
