Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan hibah alat belajar Sekolah Luar Biasa (SLB) bantuan dari perusahaan Korea Selatan, OHFA Tech, akan dibebaskan bea masuk. Menkeu juga telah meminta Bea Cukai Soekarno Hatta untuk segera menyelesaikan persoalan terkait barang yang sudah terkatung-katung sejak tahun 2022 ini. Ditargetkan permasalahan terkait barang tersebut akan diselesaikan besok, Senin (29/4).
"Saya telah meminta kepada Bea Cukai Untuk segera menyelesaikan masalah ini termasuk kebutuhan perlengkapan dokumentasi dan juga perlakuan biaya masuk yang bisa dikecualikan untuk barang hibah apalagi untuk keperluan sekolah luar biasa," kata Sri Mulyani dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Minggu (28/4).
"Bea Cukai Soekarno akan menyelesaikan pada hari Senin nanti dengan pihak sekolah luar biasa dan diharapkan ini akan selesai," imbuhnya.
Sebelumnya, akun media sosial X, @ijalzaid atau Rizalz mengaku tengah berurusan dengan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) sejak tahun 2022 dan belum selesai hingga tahun ini. Adapun kiriman itu sempat tertahan Bea Cukai lantaran ada sejumlah biaya yang harus dilunasi, mulai dari bea masuk hingga biaya penyimpanan gudang yang dihitung per hari.
Barang yang ditahan dianggap sebagai barang kiriman yang nilainya ditaksir Bea Cukai mencapai Rp 361.039.239 sehingga ditetapkan bea masuk sebesar Rp 116 juta. Tah hanya diminta bayar bea masuk, SLB juga diminta untuk melampirkan surat kuasa, NPWP sekolah dan lampiran bukti bayar pembelian.
"SLB saya juga dapat bantuan alat belajar untuk tunanetra dari perusahaan Korea. Eh pas mau diambil di Bea Cukai Soetta suruh bayar ratusan juta. Mana denda gudang per hari,” tulis Rizalz dalam akun X pribadi, dikutip Minggu (28/4).
Menurut dia, sekolah sudah mengirimkan dokumen yang dibutuhkan. Namun, karena barang tersebut prototipe yang masih tahap perkembangan dan merupakan barang hibah untuk sekolah, maka tidak ada harga untuk barang tersebut.
Karena keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan, ia pun hingga saat ini memilih membiarkan alat-alat bantu belajar dari Korea Selatan tersebut di gudang Bea Cukai. “Dari tahun 2022 jadi ga bisa keambil. Ngendep di sana, buat apa gak manfaat juga," ujar Rizal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
