Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 18.21 WIB

Amankan Cadangan Beras Tahun Depan, Pemerintah Impor 1 Juta Ton dari India dan 2 Juta Ton dari Thailand

Pasokan beras Bulog di Jatim sekitar 300 ribu ton dan itu aman untuk memenuhi permintaan selama Nataru. (Andy Satria/radar surabaya) - Image

Pasokan beras Bulog di Jatim sekitar 300 ribu ton dan itu aman untuk memenuhi permintaan selama Nataru. (Andy Satria/radar surabaya)

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, RI akan melakukan impor beras sebanyak 3 juta ton pada tahun 2024 sebagai langkah untuk mengamankan cadangan beras pemerintah. Berdasarkan sumbernya, sebanyak 1 juta ton merupakan beras India dan 2 juta ton beras berasal dari Thailand.
 
Jokowi mengaku, sebelum mendapat kepastian impor beras. Dirinya khawatir perihal komoditas pangan di tanah air. Terlebih, sejak terjadi super El Nino, produksi beras di RI turun.
 
Bahkan, kata dia, makin khawatir karena pada tahun 2024 mendatang, stok beras tanah air masih belum bisa kembali normal. Di sisi lain, Jokowi trauma dengan sulitnya mendapatkan beras impor pada tahun 2023, karena sejumlah negara justru menutup keran ekspor, terutama pangan. 
 
"Saya masih sedikit khawatir terkait komoditas pangan. Karena kemarin, saat super El Nino, produksi beras kita turun sedikit. Di 2024, juga perkiraan kita masih akan belum kembali ke normal. Tetapi kalau kita lihat semua negara sekitar 22 negara melakukan ekspor pangan, ada yang mengerem ekspor pangannya sehingga di 2023 kita kesulitan mencari tambahan untuk tambahan cadangan beras kita," ujar Jokowi dalam acara seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 di Hotel St Regis, Jakarta, Jumat (22/12).
 
"Untuk di 2024, Alhamdulillah kemarin Kepala Bulog dari India sudah menyampaikan kepada saya. Pak, sudah tanda tangan 1 juta ton," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan, sebanyak 2 juta ton beras dari Thailand, diperolehnya setelah bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin dalam acara KTT ASEAN di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu.
 
"Saat saya KTT ASEAN Jepang di Tokyo saya bertemu dengan Perdana Menteri Srettha Thavisin, saya dengar di sana ada stok. Kemudian saat di holding room, saya menyampaikan keinginan untuk bisa impor dari Thailand. Saya sampaikan Indonesoa butuh 2 juta ton," kata Jokowi.
 
"Beliau (PM Srettha Thavisin), kemudian siangnya telepon dengan timnya di Thailand, disampaikan ke saya sorenya. Presiden Jokowi, 2 juta (beras)Thailand siap untuk mengirim ke Indonesia," imbuhnya.
 
Sontak kemudian, kabar impor dari Jokowi ini disambut riuh tepuk tangan oleh peserta seminar. Namun, Jokowi minta seluruh peserta seminar tidak melakukan itu.
 
"Ini jangan ditepuki, karena impor. Kalau produksi kita sendiri, kita tepuk tangan. Tapi untuk mengamankan cadangan strategis ketahanan pangan kita, itu (impor beras) harus dilakukan. Artinya kita sudah mendapatkan tanda tangan 1 juta dari India, dua juta dari Thailand. Paling tidak rasa aman kita dapat urusan pangan," tandasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore