
TikTok Shop.
JawaPos.com - Rencana Tiktok Shop kembali beroperasi ke Indonesia mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Pasalanya, aplikasi sosial media bikinan Tiongkok itu disebut-sebut bakal bermitra dengan e-Commerce Tanah Air perlu diamati dalam berbagai hal.
Akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Hargo Utomo, mengatakan, rencana Tiktok Shop yang disebut-sebut bakal bermitra dengan e-Commerce Tanah Air perlu diamati dalam berbagai hal. Diantaranya mengenai kepemilikan data dan keamanan data pengguna atau konsumen.
"Yang perlu diwaspadai adalah Data Ownership dan Data Security. UU perlindungan Data Pribadi akan berkurang maknanya jika kepemilikan data dan akses terhadap traffic transaksi data dikendalikan oleh pihak asing," kata Hargo kepada wartawan.
Hargo juga mengaku, Tiktok Shop pasti akan kembali seperti dugannya. Pasar Indonesia yang begitu besar ditambah desas-desus meraka akan berkongsi dengan GoTo - Tokopedia khsusunya, bakal menggabungkan banyak lini bisnis di setip entitas dalam satu payung.
Dalam hal ini, Hargo meminta, pemerintah mengawasi betul rencana bisnis tersebut. Sebab, keamanan data konsumen merupakan hal sangat penting dimiliki oleh negara.
"Sebagai regulator, sudah saatnya pemerintah menjalankan fungsi pengawasan terhadap arus uang dan barang via e-Commerce untuk kepentingan 'national interest & sovereignty'," sambung Hargo.
Diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi juga mengingatkan soal adanya aplikasi yang menguasai 123 juta WNI. Hal itu pula bersamaan dalam hitungan bulan karena ada pembelian yang sangat masif.
Ia memberi perhatian pada keamanan data dan perilaku konsumen Indonesia yang dianggap sudah dikuasai dengan predatory pricing. “Jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini. Kita gak sadar, tahu-tahu kita sudah terjajah secara ekonomi,” kata Jokowi saat memberi pengarahan dalam program pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Merdeka, Jakarta.
Hal ini juga diwanti-wanti oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. Sebab menurutnya Project S TikTok mengancam produk UMKM dalam negeri karena barang yang dipasarkan diduga berasal dari luar negeri. Namun, TikTok Indonesia membantah menjalankan bisnis lintas batas (cross border) melalui Project S TikTok di Tanah Air.
Sementara itu, Peneliti Center of Digital Economy and SMEs Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Izzudin Al Farras mengungkap bahaya Project S milik social commerce TikTok. Farras menyebut, Project S yang tengah dikembangkan TikTok di Inggris akan mematikan bisnis UMKM domestik jika diterapkan di Indonesia.
Project S merupakan agenda yang dijalankan platform sosial commerce asal Tiongkok melalui Tiktok Shop untuk memperbesar bisnisnya ke berbagai negara, salah satunya di Inggris. Melalui Project S, Tiktok diduga akan menggunakan data mengenai produk yang laris di suatu negara untuk kemudian diproduksi di Tiongkok.
"Bahaya dari Project S ketika data-data yang sudah didapat tiktok sebagai media sosial, diolah sedemikian rupa sehingga digunakan untuk memproduksi barang dari negara asal di China. Itu sangat berbahaya (bagi UMKM)," ungkap Farras.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
