Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2023 | 02.26 WIB

Menkeu-Gubernur Bank Sentral ASEAN Bahas Tiga Prioritas AFMGM

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan paparan pada AFMGM ASEAN. - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan paparan pada AFMGM ASEAN.

JawaPos.com – Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral (AFMGM) di ASEAN kembali digelar. Acara yang berlangsung mulai kemarin (22/8) hingga Jumat (25/8) itu menegaskan kolaborasi untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Kemenkeu Yogi Rahmayanti menjelaskan, forum tersebut merupakan kali pertama dalam sejarah. RI sebagai pemegang keketuaan ASEAN 2023 melihat momentum dan kebutuhan yang tepat di kawasan Asia Tenggara untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kesehatan.

’’Forum ini akan mendiskusikan secara intensif mengenai kesenjangan pembiayaan (financing gaps) di ASEAN dalam menghadapi pandemi dan usulan modalitas untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Pada forum ini, pembahasan juga diarahkan pada status Covid-19, tantangan darurat kesehatan, dan ASEAN response fund,’’ jelasnya.

Yogi memerinci, ada tiga priority economic deliverables (PED) dalam kerangka kerja sama sektor keuangan. Pertama, mendorong pemulihan, memastikan stabilitas ketahanan keuangan dan ekonomi (recovery-rebuilding).

Kedua, memajukan konektivitas pembayaran, mendorong literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif (digital economy). Terakhir, mempromosikan pembiayaan transisi untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau (sustainability).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, negara-negara berkembang tengah menghadapi dilema kebijakan. Hal itu seiring kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang hanya menggunakan suku bunga untuk melawan inflasi.

’’Itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan sekarang (beberapa negara) resesi. Eropa, inflasi sangat tinggi,” ujar Perry dalam panel diskusi ASEAN Fest di Jakarta Convention Center kemarin (22/8).

Oleh karena itu, lanjut dia, BI memilih kebijakan moneter terbuka (open monetary). Tidak hanya menggunakan suku bunga acuan, tapi juga kebijakan nilai tukar dan aliran modal.

Alumnus Iowa State University itu menyebutkan bahwa Indonesia memiliki framework yang jelas terkait target penurunan inflasi. Untuk melengkapi upaya tersebut, BI melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah. Yakni, melalui twist operation maupun triple intervention

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore