Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2023 | 18.50 WIB

Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Pulihnya Permintaan dari Tiongkok

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Harga minyak tergelincir pada Senin (16/1) tetapi bertahan di dekat level tertinggi bulan Januari. Ini terjadi karena pelonggaran pembatasan Covid-19 di Tiongkok yang meningkatkan harapan pemulihan permintaan di importir minyak mentah utama dunia.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent turun USD 1,08 atau 1,3 persen menjadi USD 84,20 per barel pada 2041 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun USD 1,01 atau 1,3 persen menjadi USD 78,85.

Kedua kontrak tercatat naik lebih dari 8 persen pada minggu lalu. Ini kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober setelah Tiongkok meninggalkan kebijakan nol Covid-19 dengan membuka kembali perbatasannya pada 8 Januari.

Impor minyak mentah Tiongkok naik 4 persen tahun-ke-tahun di bulan Desember dan diperkirakan akan semakin bangkit seiring dengan prospek permintaan bahan bakar transportasi yang meningkat di tengah liburan Tahun Baru Imlek.

"Narasi bahwa pertumbuhan Tiongkok akan menambah permintaan memainkan peran yang sangat besar di sini. Mungkin ada permintaan kembali sebanyak satu juta barel per hari," kata Bart Melek, kepala strategi pasar komoditas di TD Securities.

Tingkat lalu lintas di Tiongkok pulih dari rekor terendah setelah pelonggaran pembatasan Covid-19. Bahkan, menurut analis ANZ dalam sebuah catatan menghasilkan permintaan yang lebih kuat untuk produk minyak mentah dan minyak.

Meski demikian, laporan selama akhir pekan di Tiongkok yang menyoroti peningkatan kematian akibat Covid-19 meredam sentimen. Sementara itu, Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail al-Mazrouei, mengatakan pada hari Senin bahwa pasar minyak dinyatakan stabil.

"Brent sekarang stabil di kisaran USD 85- USD 90 dengan WTI sedikit lebih rendah di sekitar USD 80- USD 85," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional akan merilis laporan bulanan pada minggu ini dan mengamati dengan seksama indikasi prospek permintaan serta pasokan global. Investor juga akan mengawasi Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang dibuka pada hari Senin. Selain itu, pertemuan Bank of Japan minggu ini untuk menentukan apakah akan mempertahankan kebijakan stimulusnya yang sangat besar.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore